Peran Krusial Persemaian Rumpin dalam Mencapai Target FOLU Net Sink 2030
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Berdasarkan target dan rencana penurunan emisi yang telah ditetapkan sendiri (NDC), sektor Forestry and Other Land Use (FOLU) diharapkan memberikan kontribusi hampir 60 persen dari total target penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Mengingat kontribusi tersebut, pengelolaan dan pengendalian emisi di sektor kehutanan menjadi sangat penting bagi Indonesia dan upaya global untuk mengendalikan perubahan iklim.
Salah satu strategi utama Indonesia untuk mencapai target pengurangan emisi dari sektor kehutanan adalah FOLU Net Sink. Program ini bertujuan agar pada tahun 2030, sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya mampu menyerap lebih banyak emisi karbon daripada yang dihasilkannya.
Dengan program ini, Indonesia menargetkan pada tahun 2030, kehutanan menjadi sektor penyerap bersih karbon (net sink). Sebagai bagian dari upaya mendukung target penyerapan emisi karbon melalui program rehabilitasi dan penanaman pohon dalam kerangka FOLU Net Sink 2030, Presiden Joko Widodo meresmikan Persemaian Rumpin pada tahun 2021.
Persemaian Rumpin adalah salah satu pusat persemaian terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 12 juta bibit pohon setiap tahun. Persemaian ini menjadi andalan dalam program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), restorasi ekosistem, dan reboisasi yang merupakan bagian integral dari strategi Indonesia untuk mencapai FOLU Net Sink 2030.
“Persemaian Rumpin tidak hanya menjadi tempat pembibitan, tetapi juga pusat edukasi, konservasi, dan inovasi dalam pengelolaan lanskap berkelanjutan,” ujar Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Citarum-Ciliwung, Heru Permana, dalam diskusi panel Workshop Wartawan Indonesian Folu Net Sink 2030, Sabtu (17/5/2025).
Menurut Heru, bibit dari persemaian ini telah disebarkan ke berbagai daerah untuk mendukung rehabilitasi hutan kritis dan lahan terdegradasi, termasuk kawasan DAS prioritas. Penanaman pohon dalam skala besar ini tidak hanya berfungsi sebagai pemulihan ekologi tetapi juga sebagai solusi alami untuk menyerap emisi karbon dari atmosfer.
Ketua Harian II Tim Indonesia FOLU Net Sink 2030, Haruni Krisnawati, juga menjelaskan bahwa rehabilitasi lahan melalui penanaman pohon memberikan kontribusi besar terhadap target penurunan emisi. Dari target penurunan emisi sebesar 140 juta ton karbon dioksida ekuivalen di sektor FOLU, sebagian besar berasal dari peningkatan tutupan hutan dan pemulihan vegetasi melalui kegiatan seperti yang dilakukan di Persemaian Rumpin.
“Setiap pohon yang ditanam adalah bagian dari solusi perubahan iklim. Dengan pendekatan berbasis lanskap, rehabilitasi yang efektif dapat meningkatkan fungsi ekosistem, melestarikan keanekaragaman hayati, dan mengurangi risiko bencana iklim seperti banjir dan kekeringan,” ujar Haruni.
