Rupiah Diprediksi Menguat, Penurunan Rating Utang AS Menjadi Pendorong
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Ariston Tjendra, seorang pengamat pasar uang dan juga Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, memprediksi bahwa nilai tukar rupiah akan mengalami penguatan setelah penurunan peringkat utang Amerika Serikat oleh Moody’s.
“Informasi tentang penurunan peringkat utang AS oleh Moody’s telah memicu melemahnya dolar AS,” katanya di Jakarta, Senin (19/5/2025).
Menurut sumber dari Xinhua, penurunan peringkat utang pemerintah AS dari Aaa menjadi Aa1 dapat memperbesar tekanan ekonomi Amerika yang sedang menghadapi risiko resesi, di tengah kenaikan tarif dan ekspektasi inflasi.
Moody’s menyebutkan bahwa utang pemerintah dan besarnya pembayaran bunga menjadi alasan penurunan peringkat tersebut. Pemerintah dan Kongres AS dinilai tidak berhasil membalikkan tren defisit fiskal tahunan yang tinggi dan meningkatnya biaya bunga.
Ariston menambahkan bahwa potensi penguatan rupiah juga didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), mengingat melemahnya kondisi ekonomi AS. Kebijakan tarif yang menekan konsumsi turut memperlemah dolar AS.
Presiden AS Donald Trump sendiri telah mendesak The Fed agar segera menurunkan suku bunga. Berdasarkan beberapa faktor tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak ke kisaran Rp 16.350–Rp 16.400 per dolar AS.
Pada pembukaan perdagangan Senin (19/5/2025) pagi di Jakarta, rupiah tercatat melemah sebesar 36 poin atau 0,22 persen menjadi Rp 16.481 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp 16.445.
