Houthi Memperbarui Ancaman Serangan ke Bandara Ben Gurion Israel
BERITA TERBARU INDONESIA, SANAA — Pada Senin (19/5/2025), kelompok Houthi yang beroperasi di Yaman mengeluarkan peringatan bagi Israel untuk mengevakuasi Bandara Internasional Ben Gurion menjelang serangan rudal yang direncanakan. Ini merupakan ancaman kedua dalam waktu 24 jam, disertai gambar yang menunjukkan area bandara.
Pada hari sebelumnya, Minggu (18/5/2025), ancaman serupa telah dikeluarkan oleh Houthi terhadap Bandara Ben Gurion. Ancaman ini meniru gaya juru bicara IDF Arab, Letnan Kolonel Avichay Adraee, yang sebelumnya telah memperingatkan evakuasi di kawasan pelabuhan Yaman.
Sejak konflik dimulai, Adraee menjadi tokoh utama yang mewakili Israel di Timur Tengah, termasuk Yaman. Setelah peringatan awal untuk mengosongkan pelabuhan di bawah kontrol Houthi, yang dianggap tidak biasa saat itu, pejuang yang didukung Iran di Yaman tampaknya ‘meniru Adraee’.
Tak lama setelah Israel memulai operasi daratnya di Gaza, Houthi mengeluarkan ancaman langsung pertama mereka.
“Kami akan menyerang Bandara Ben Gurion dalam beberapa jam ke depan. Segera lakukan evakuasi,” demikian pernyataan Houthi kepada Israel, sebagaimana dilaporkan oleh sebuah media Israel pada Senin (19/5/2025).
Pejabat senior Houthi, Nasruddin Amer, mengunggah di media sosial mengenai serangan yang akan dilakukan terhadap Ben Gurion dan bandara Zionis lainnya dalam beberapa jam mendatang.
Pesan Adraee biasanya ditujukan kepada penduduk di daerah-daerah yang menjadi target serangan IDF, mengingatkan mereka untuk mengungsi demi keselamatan mereka.
Amer menyatakan bahwa serangan ke Israel adalah respon atas eskalasi terbaru terhadap Jalur Gaza dan serangan ke Yaman, serta bagian dari keputusan lebih luas untuk memberlakukan blokade udara di Bandara Ben Gurion dan landasan lainnya.
Dia juga menyebutkan blokade laut serta penutupan Pelabuhan Eilat, yang menurut Houthi akan terus berlangsung sampai Israel menghentikan tindakan genosida dan kampanye militer di Gaza serta mencabut blokade tersebut.
Amer mendesak maskapai penerbangan yang masih beroperasi di Ben Gurion untuk segera meninggalkan area, memperingatkan semua orang di sana, terutama warga asing, untuk pergi demi keselamatan mereka.
Di tengah pembatalan penerbangan ke Israel, sumber senior Houthi mengeluarkan peringatan lain kepada maskapai asing yang berniat kembali ke Ben Gurion.
“Mereka harus mengubah arah dan mematuhi peringatan militer Yaman, yang bertekad menetapkan zona larangan terbang tidak hanya di Bandara Ben Gurion, tetapi di seluruh wilayah udara Israel,” katanya kepada media yang berafiliasi dengan Hizbullah.
Pada Minggu (18/5) malam, Houthi meluncurkan rudal ke Israel tengah. Rudal tersebut berhasil dicegat di udara, namun menyebabkan sirene berbunyi dari wilayah Shfela hingga Netanya, menunda keberangkatan dan kedatangan di Bandara Ben Gurion.
Dalam beberapa minggu terakhir, setelah serangan rudal Houthi di dekat bandara, IDF telah melancarkan tiga serangan balasan terhadap target Houthi di Yaman.
Pejuang yang didukung Iran terus meluncurkan roket dan rudal ke Israel setiap minggu, memaksa jutaan warga Israel untuk sering mencari perlindungan.
