Wakil Ketua DPRD Jabar Panggil PSDA Terkait Pembongkaran di Area Irigasi Subang
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG–Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, berencana untuk memanggil Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Barat. Panggilan ini dilakukan terkait rencana pembongkaran bangunan di kawasan sempadan irigasi Curug Agung sepanjang Jalan Raya Dawuan, Kabupaten Subang.
Ono juga menyatakan akan mengundang Bank BJB guna mengonfirmasi pemberian dana kompensasi kepada pedagang di kawasan perkebunan karet Wangunreja, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.
“Kami menerima aspirasi dari warga Dawuan Subang yang bangunannya akan digusur, sebab lahan tersebut adalah aset pemerintah dari beberapa instansi, seperti Perum Jasa Tirta II, Dinas SDA, dan Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Selain warga, pedagang di Wangunreja juga digusur dan menurut informasi diberi dana kerohiman dari Bank BJB dengan kisaran Rp. 5 – 10 juta,” jelas Ono kepada media, Selasa (20/5/2025).
Ono menambahkan bahwa 16 pemilik bangunan di kawasan sempadan irigasi Curug Agung menolak pembongkaran karena mereka memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dan sertifikat resmi. “Pemerintah harus memeriksa dan memastikan tidak ada pembongkaran yang dilakukan sembarangan sehingga tidak menimbulkan gugatan dari masyarakat. Hal ini harus dibicarakan dengan baik,” katanya.
Sebelumnya, petugas gabungan telah melakukan pembongkaran ratusan bangunan liar di pinggir jalan kawasan perkebunan karet Wangunreja, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Pembongkaran tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi pada 19 April 2025.
Selain pembongkaran, Ono Surono juga menyoroti penutupan lima lokasi tambang ilegal di Kecamatan Jalancagak dan Kasomalang, Kabupaten Subang.
“Namun, di lapangan, lokasi tambang yang berizin pun dibongkar dan izinnya tidak diperpanjang lagi. Padahal kita tahu, di Subang sedang banyak pembangunan, masak harus mengambil material dari tempat yang jauh. Tetapi kita tetap harus memerhatikan lingkungan. Nanti kita akan undang pihak terkait,” tambahnya.
