Dirut PLN Tanggapi Isu Viral Kenaikan Tagihan Listrik, Ini Sebabnya
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa kenaikan tagihan listrik yang dialami pelanggan pada April 2025 disebabkan oleh peningkatan penggunaan selama bulan Ramadhan dan Lebaran. Pernyataan ini disampaikan Darmawan sebagai tanggapan atas lonjakan tagihan listrik yang mendadak ramai diperbincangkan di media sosial belakangan ini. Menurutnya, tarif listrik PLN sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Memang saat itu, di tengah bulan puasa, konsumsi listrik untuk ibadah pada malam hari meningkat. Selain itu, ada tambahan konsumsi listrik pada pagi hari saat sahur, memang ada peningkatan konsumsi listrik selama bulan Ramadhan,” ujar Darmawan di Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Darmawan menegaskan bahwa tarif listrik PLN telah diatur sesuai dengan kapasitas yang terpasang pada setiap pelanggan. Ketika isu ini mencuat, pihaknya segera mengirimkan petugas untuk melakukan pengecekan di lapangan. Hasilnya, tidak ditemukan kejanggalan apapun.
“Begitu kami periksa di lapangan, semuanya sudah sesuai dengan tarif masing-masing. Selain itu, juga sesuai dengan konsumsi listrik masing-masing,” jelasnya.
PLN juga memberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku bila terjadi pemadaman listrik. PLN selalu berkomitmen untuk tidak menimbulkan kerugian bagi pelanggan.
“Kami menyediakan kompensasi sesuai dengan peraturan yang ada. Untuk pelanggan prabayar, kompensasi diberikan langsung saat pembelian token, sedangkan untuk pelanggan pascabayar, tagihannya kami kurangi sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambah Darmawan.
