Banjir Bandang di Australia Menyebabkan Tiga Korban Jiwa dan Ribuan Warga Terisolasi
BERITA TERBARU INDONESIA, NEW SOUTH WALES – Banjir bandang yang melanda negara bagian New South Wales, Australia, telah menewaskan sedikitnya tiga orang dan membuat puluhan ribu warga terputus aksesnya. Beberapa kota mengalami isolasi karena genangan air yang meluas.
Pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan bahwa hujan deras diperkirakan akan terus berlanjut selama 24 jam ke depan, terutama di kawasan Hunter dan Mid North Coast. Wilayah Mid North Coast diperkirakan tetap dalam status siaga tinggi karena curah hujan ekstrem.
Polisi melaporkan bahwa jenazah seorang pria berusia 63 tahun ditemukan di rumahnya yang terendam air di Taree, sekitar 300 kilometer dari Sydney. Selain itu, jenazah pria berusia 30-an ditemukan di kawasan banjir Mid North Coast setelah sebelumnya dilaporkan hilang.
Korban ketiga adalah seorang perempuan berusia 60-an yang ditemukan meninggal di dalam kendaraannya di sebelah barat Coffs Harbour. Menurut kepolisian, petugas sempat memperingatkan korban agar tidak melintasi banjir pada Rabu malam, tetapi perempuan itu tetap melaju dan akhirnya meminta bantuan. Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil dilakukan tepat waktu.
Polisi menyatakan satu orang lainnya masih dinyatakan hilang, dan proses pencarian terus berlangsung. “Bencana alam ini sangat mengerikan bagi masyarakat kami,” ujar Perdana Menteri New South Wales Chris Minns pada Kamis.
Pemerintah telah mengeluarkan 140 peringatan banjir, dan sekitar 50 orang diminta bersiap untuk mengungsi. “Ada 9.500 properti di sekitar lokasi kejadian. Jadi, kita masih jauh dari kata aman,” tambah Minns.
Lebih dari 100 sekolah diliburkan, dan puluhan ribu properti mengalami pemadaman listrik. Kota Cundletown di Mid North Coast adalah salah satu yang paling terdampak. Nicole Sammut, seorang perawat di panti wreda setempat, mengatakan kotanya benar-benar terisolasi.
“Saya datang untuk bekerja pada Selasa dan tidak bisa pulang,” ujarnya. Tempat kerjanya memang berada di atas bukit, tetapi kini dikelilingi air. “Kami terisolasi. Saya tidak pernah melihat air setinggi ini,” tambahnya.
Ketinggian air Sungai Manning di dekat Taree tercatat mencapai level tertinggi dalam 100 tahun terakhir.
Warga Old Bar, Sherinah Peck, dievakuasi pada Rabu pukul 2 pagi. Namun, rumah dan barang-barangnya tersapu banjir.
Beberapa perabotan bahkan ditemukan terdampar di pantai. Saat mencari sepeda peninggalan mendiang ibunya di tengah puing dan bangkai hewan ternak, ia terserempet sapi yang panik diterjang ombak dan mengalami luka.
