Hentikan Pembuangan Limbah Kurban ke Got dan Sungai, Ini Dampaknya bagi Lingkungan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat dan panitia kurban di Jakarta untuk menerapkan konsep Eco Qurban pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Salah satunya adalah menghindari pembuangan limbah ke got.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, di Jakarta, Kamis, menyatakan bahwa imbauan ini berlandaskan pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemotongan Hewan Kurban.
- Indonesia Ajak Dunia Atasi Polusi Plastik
- Blokir Rekening Nasabah, PPATK: Agar tak Digunakan untuk Pidana
- Mengenal Elias Rodriguez, Warga Asli Chicago Eksekutor Dua Staf Kedutaan Israel di AS
Regulasi ini mengatur penanganan limbah cair dan padat untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Eco Qurban adalah praktek penyelenggaraan pemotongan hewan kurban yang mengedepankan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan di lokasi pemotongan.
“Prinsipnya adalah tidak mencemari dan mengotori lingkungan, baik saat pelaksanaan maupun setelahnya, sehingga limbah seperti darah, isi perut, atau bagian hewan kurban lainnya tidak boleh dibuang sembarangan ke selokan, got, atau sungai,” katanya.
Asep mengingatkan bahwa jika limbah kurban tidak dikelola dengan benar, bisa menimbulkan bau tak sedap, mengganggu kenyamanan masyarakat, bahkan membahayakan kesehatan serta merusak ekosistem perairan.
Dia juga menjelaskan bahwa Eco Qurban mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk pembagian daging. “Gunakan wadah yang bisa dipakai ulang seperti besek bambu, daun pisang, atau wadah makanan pribadi daripada plastik sekali pakai,” tuturnya.
DLH DKI Jakarta akan menyelenggarakan lomba kampanye media sosial terkait Eco Qurban bekerja sama dengan Tunasmuda Care (T.Care) untuk menjaga lingkungan dengan pengelolaan limbah kurban yang ramah lingkungan.
Inisiatif ini juga bertujuan untuk mengurangi sampah, khususnya dari penggunaan plastik sekali pakai yang sering digunakan untuk membungkus daging kurban.
