Panduan Dzikir Pagi: Teks Arab, Latin, dan Terjemahannya
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Dzikir pagi merupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Dalam Alquran, terdapat banyak ayat yang mendorong umat Muslim untuk melakukan dzikir yang pasangannya adalah dzikir di waktu petang.
Allah SWT berfirman:
Artinya: Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (QS. Al Ahzab: 42).
Berdasarkan buku Dzikir Pagi dan Petang dari Yayasan Cinta Sedekah, waktu paling utama untuk melaksanakan dzikir pagi adalah di awal hari, yaitu dari subuh sampai terbitnya matahari (bukroh). Selain periode tersebut, dzikir juga bisa dilakukan pada waktu yang lebih longgar, seperti pada setengah malam terakhir hingga sebelum tergelincirnya matahari di waktu dzuhur.
Bacaan Dzikir Pagi
Ta’awud (Dibaca 1 kali)
Arab: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
Latin: A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
Ayat Kursi (Dibaca 1 kali)
Arab: الله لا إله إلا هو الحي القيوم لا تأخذه سنة ولا نوم له ما في السموات وما في الأرض من ذا الذي يشفع عنده إلا بإذنه يعلم ما بين أيديهم وما خلفهم ولا يحيطون بشيء من علمه إلا بما شاء وسع كرسيه السموات والأرض ولا يؤوده حفظهما وهو العلي العظيم
Latin: Allahu laa ilaa haillaa huwa hayyul qoyyuum, laa ta’khudzu sinatuu wa laa naum, lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi, mandzalladzii yasyfa’u ‘indahu illaa bi’idznihi ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yukhiithuuna bi syai’im min ‘ilmihi illa bimaa syaa’, wa si’a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi, wa laa yaudhuhu hifdzu humaa wa huwal aliyyul ‘adhiim.
Artinya: “Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255)
