Melalui Pembersihan Etnis, Israel Kini Menguasai 77 Persen Gaza
BERITA TERBARU INDONESIA, GAZA — Kantor Media Pemerintah Palestina memperingatkan pada Ahad (25/5) bahwa pasukan Israel kini memegang kendali efektif atas 77 persen Jalur Gaza. Israel menguasai Gaza dengan melakukan pembersihan etnis secara sistematis, pengusiran paksa, dan genosida.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Kantor Media Pemerintah Palestina merujuk pada laporan lapangan dan analisis dari para ahli yang menunjukkan bahwa militer Israel telah secara langsung menduduki atau menerapkan kontrol serangan mematikan di sebagian besar wilayah Gaza.
- Israel Kembali Menyerang Pengungsi Gaza di Sekolah, 25 Tewas
- 11 Anak Tewas dalam 48 Jam Serangan Israel di Gaza
- Toko Roti WFP di Jalur Gaza Tak Lagi Berfungsi Akibat Blokade Israel, Kelaparan Makin Parah
Penempatan pasukan di dalam wilayah permukiman, pengeboman tanpa henti, dan perintah evakuasi berulang kali telah memaksa puluhan ribu warga Palestina meninggalkan rumah mereka di bawah ancaman kematian.
“Kendali paksa ini menggunakan kekuatan brutal untuk mengosongkan tanah dari penduduk aslinya, ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional, terutama empat Konvensi Jenewa, dan prinsip-prinsip inti keadilan internasional,” kata pernyataan Kantor Media Pemerintah Palestina, dikutip Senin (26/5/2025).
Kantor Media Pemerintah Palestina mengutuk kebijakan pemindahan massal yang sedang berlangsung, menyebutnya sebagai kampanye genosida dan kolonialisme pemukim yang direncanakan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Israel dan semua negara yang terlibat dalam blokade dan pengeboman bertanggung jawab penuh atas kejahatan ini dan mendesak PBB, Dewan Keamanan, Mahkamah Pidana Internasional, dan pelapor khusus PBB untuk segera melakukan investigasi independen.
“Kontrol paksa atas sebagian besar wilayah Gaza ini merupakan upaya untuk menggambar ulang peta berdasarkan keputusan kolonial,” kata pernyataan itu memperingatkan.
“Hal ini menuntut tanggapan bersejarah dan berani dari dunia bebas sebelum identitas Gaza dihapus sepenuhnya,” tambah Kantor Media Pemerintah Palestina.
Kantor Media Pemerintah Palestina menyerukan kepada kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional dan semua pembela kebebasan untuk berdiri bersama rakyat Palestina dan menolak setiap upaya untuk menghilangkan hak mereka untuk hidup di tanah mereka sendiri.
Sebelumnya, kebohongan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait agresi militer di Gaza terungkap. Di balik layar, ia mengakui bahwa pemboman brutal di Gaza memang untuk mengusir warga Gaza, bukan untuk melawan Hamas atau membebaskan sandera seperti yang ia klaim selama ini.
Menurut laporan, Netanyahu mengungkapkan hal ini kepada anggota parlemen (Knesset) selama kesaksian tertutup di depan Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset pada Ahad lalu. “Israel menghancurkan semakin banyak rumah di Gaza supaya warga Palestina tidak punya tempat untuk kembali,” ujarnya menurut sebagian transkrip yang bocor ke media. “Satu-satunya akibat yang jelas adalah warga Gaza memilih untuk pindah ke luar Jalur Gaza,” lanjut Netanyahu.
