BEI Kerjasama dengan Influencer untuk Tingkatkan Minat Investasi Anak Muda
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan influencer (figur berpengaruh) untuk menarik minat investor muda di pasar modal Indonesia. Menyesuaikan dengan perkembangan zaman, Yusuf Adi Pradana dari Divisi Pengembangan Pasar BEI menyatakan bahwa influencer dapat menjadi penggerak utama yang diikuti oleh generasi muda, khususnya generasi Z.
“Keberadaan influencer tentu kami anggap sebagai mitra strategis yang sangat penting untuk dijalin kerjasama,” ujar Yusuf di Jakarta, Rabu (28/5/2025).
- Ekspor Kopi Indonesia Naik 76,33 Persen pada 2024, Lampung Penyumbang Terbesar
- Bukan Sekadar Fashion, TGC Jakarta Usung Inklusivitas dan Pemberdayaan Perempuan
- Telkom Siap Berperan Penting dalam Program Nasional Presiden Prabowo
Yusuf menjelaskan, BEI telah mengadakan Influencer Incubator, yakni program kerjasama dengan influencer untuk memberikan informasi yang benar mengenai investasi kepada mereka.
Melalui Influencer Incubator, diharapkan para influencer dapat menyampaikan informasi mengenai investasi dengan tepat kepada para pengikut mereka di media sosial.
“Kami edukasi mereka terlebih dahulu. Harapannya, dengan paparan dan kemampuan mereka di bidang masing-masing, mereka dapat memberikan pengaruh positif kepada pengikutnya untuk berinvestasi di pasar modal,” kata Yusuf.
Program Influencer Incubator ini telah berlangsung selama 3–4 tahun, terbagi dalam beberapa gelombang, dengan masing-masing gelombang terdiri dari 5–10 influencer.
“Dampaknya seharusnya sudah terasa, dan ini akan terus berlanjut sesuai perkembangan zaman. Kami akan mempertimbangkan strategi berdasarkan tren dan influencer yang tepat,” ujar Yusuf.
Jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 16,21 juta Single Investor Identification (SID) hingga akhir April 2025, meningkat 1,34 juta SID dibandingkan posisi pada 31 Desember 2024 yang sebanyak 14,87 juta SID.
“Menariknya, lebih dari 79 persen investor tersebut berusia di bawah 40 tahun,” kata Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik.
