Kolaborasi TASPEN dan Bareskrim Polri Tegaskan Keseriusan dalam Melindungi Peserta dari Ancaman Penipuan Digital
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — PT TASPEN (Persero) kembali menunjukkan dedikasinya untuk melindungi peserta aktif dan pensiunan melalui kegiatan sosialisasi yang bertujuan mencegah penipuan yang menggunakan nama TASPEN.
Kegiatan ini diadakan sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman penipuan digital yang menargetkan peserta TASPEN di seluruh Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Direksi PT TASPEN (Persero), AKBP I Putu Bayu Pati, jajaran Direksi Anak Perusahaan, para Kepala Unit Kerja Kantor Pusat, para Branch Manager, serta seluruh karyawan dan peserta TASPEN yang mengikuti secara daring dari berbagai daerah.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko TASPEN, Diyantini Soesilowati, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi atas kelancaran kegiatan ini, serta menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan TASPEN.
Ia menghimbau peserta TASPEN yang mengikuti sosialisasi ini agar terus meningkatkan kewaspadaan dengan selalu memperhatikan sosialisasi dan pengumuman yang disampaikan dalam setiap kesempatan.
“Mari kita ciptakan ekosistem layanan yang aman, dapat dipercaya, dan bebas dari penyalahgunaan. Tahan, Pastikan, Laporkan,” ujar Yanti dalam pernyataan resminya, Rabu (28/5/2025).
AKBP I Putu Bayu Pati menjelaskan, “Perlu kita sadari bersama agar ini tidak menjadi seperti fenomena gunung es. Mungkin terlihat sedikit yang dilaporkan, namun sebenarnya banyak masyarakat yang masih takut untuk melaporkan kejahatan siber ini,” ujarnya.
Dalam sambutannya, ia menegaskan penting bagi semua peserta TASPEN memiliki kewaspadaan tinggi terhadap berbagai bentuk kejahatan siber, termasuk penipuan yang mengatasnamakan lembaga resmi seperti TASPEN.
“Perlu kita sadari bersama agar ini tidak menjadi seperti fenomena gunung es. Mungkin terlihat hanya sebagian kecil kasus yang dilaporkan, namun faktanya jauh lebih banyak masyarakat yang menjadi korban namun memilih diam,” katanya.
Kondisi ini menjadi sorotan serius bagi TASPEN, karena rendahnya pelaporan justru memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan digital untuk beroperasi.
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama erat antara institusi dan peserta untuk berbagi informasi, melaporkan indikasi penipuan, dan membangun budaya digital yang waspada dan kritis.
Berdasarkan paparan dari AKBP I Putu Bayu Pati, kejahatan siber dengan modus penipuan ini banyak dilakukan secara terorganisir, baik dari dalam maupun luar negeri.
Dengan semakin canggihnya modus penipuan, TASPEN mengajak semua peserta untuk lebih aktif dalam menyaring informasi dan tidak ragu melaporkan setiap potensi penipuan, sekecil apapun.
TASPEN juga berkomitmen untuk terus memperkuat sistem perlindungan data serta memberikan edukasi digital yang komprehensif demi menciptakan layanan yang aman, dapat dipercaya, dan berintegritas.
Seluruh layanan TASPEN tidak dipungut biaya dan TASPEN tidak pernah meminta data pribadi atau uang kepada peserta melalui saluran informal.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta terkait berbagai modus penipuan dan memberikan panduan langkah-langkah tepat ketika menemukan indikasi penipuan yang mengatasnamakan TASPEN.
Dukungan terhadap upaya ini juga datang dari Kementerian BUMN. Menteri BUMN, Erick Thohir, menekankan pentingnya transparansi dan pelayanan prima dari seluruh perusahaan BUMN demi kepentingan masyarakat Indonesia.
Ia mengingatkan semua pihak untuk waspada terhadap individu atau kelompok yang mencoba memanfaatkan nama besar BUMN untuk melakukan penipuan.
TASPEN terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik yang aman, dapat dipercaya, dan bebas dari praktik penipuan demi menjaga hak dan ketenangan seluruh pesertanya.
