Apa yang Ada di Dalam Dahlatul Jin?
BERITA TERBARU INDONESIA, MAKKAH — Di Kota Makkah, terdapat beberapa situs bersejarah yang sering dikunjungi oleh jamaah haji, seperti Masjid Jin dan pemakaman Ma’la. Biasanya, setelah Subuh atau menjelang Maghrib, banyak jamaah yang mendatangi Pemakaman Ma’la untuk berziarah.
Masjid Jin dan Pemakaman Ma’la berada di area Dahlatul Jin. Lokasinya kurang dari 1 kilometer dari Terminal Syib Amir. Jarak dari terminal Syib Amir ke Masjidil Haram sekitar 500 meter.
- Kisah Masjid Addas di Taif
- Pelaksanaan Dam dan Kurban Jamaah Haji Indonesia Wajib Melalui Proyek Adahi
- Arab Saudi Tidak Mengeluarkan Visa Furoda Tahun Ini, Amphuri Menganjurkan Calon Jamaah Beralih ke Haji Khusus
Syekh Muhammad Ilyas Abdul Ghani, seorang sejarawan Muslim yang menulis buku Sejarah Makkah, menjelaskan bahwa masjid ini dinamakan Masjid Jin karena di tempat ini Nabi Muhammad SAW memerintahkan Ibnu Mas’ud menuliskan surat ketika menerima rombongan jin yang ingin membaiat Nabi SAW.
Sebelumnya, para jin telah bertemu dengan Nabi SAW di Nakhlah ketika beliau dalam perjalanan pulang dari Tha’if pada tahun ke-10 kenabian. Masjid yang direnovasi pada 1421 Hijriah ini juga dikenal sebagai Masjid al-Haras.
Lokasi masjid ini terletak di sebelah kiri jalan dari Pemakaman Ma’la, tepat di samping jembatan penyeberangan. Sementara itu, Pemakaman Ma’la merupakan kompleks bersejarah di Kota Makkah, yang letaknya tidak jauh dari Masjid Jin.
Menurut Al Fakihi, tidak ada satu penduduk pun di Makkah yang tahu arah kiblat kecuali para penghuni Pemakaman Ma’la. Karena mereka semua menghadap lurus ke arah kiblat.
Masjid Jin di Dahlatul Jin, Makkah, sekitar 1,5 km dari Masjid al-Haram
Di lokasi pemakaman ini, terdapat makam Siti Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad SAW. Selain itu, ada juga tempat persemayaman jasad para sahabat nabi, tabi’in, dan orang-orang saleh.
Kompleks ini menyerupai pemakaman pada umumnya di Arab Saudi. Dipagari dengan tembok, dan di dalamnya tidak ada nama atau nisan penanda siapa penghuni makamnya. Seluruh kuburan di sini rata dengan tanah, hanya ditandai dengan batu-batu berukuran sedang yang terpancang.
Di sekitar Masjid Jin dan Ma’la, terdapat satu trotoar luas di mana banyak burung merpati yang hinggap untuk mengambil makanan berupa jagung yang diberikan oleh para pengunjung.
