AI untuk Rekomendasi Buku di Perpustakaan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi DKI Jakarta, Irma Irawati Ibrahim menjelaskan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di perpustakaan. Menurutnya, penerapan AI dapat memberikan inspirasi bagi pengelola, salah satunya dalam memberikan rekomendasi buku.
“Saya melihat beberapa praktik penerapan AI di perpustakaan, salah satu yang paling populer adalah rekomendasi buku. Ini mungkin adalah langkah paling sederhana yang bisa dilakukan,” ujar Irma dalam seminar bertema “Perpustakaan dan Kecerdasan Artifisial: Transformasi Layanan di Era Digital”, Kamis (31/7/2025).
AI memungkinkan perpustakaan untuk memberikan rekomendasi buku kepada pengguna. Dengan demikian, pengguna tidak perlu lagi mengirimkan email terkait preferensi buku dan sebagainya.
“Rekomendasi buku ini lebih personal, menyesuaikan kebutuhan pengguna berdasarkan data seperti riwayat pencarian, buku yang diminati, dan sering dipinjam,” jelas Irma.
Irma mengibaratkan ini seperti rekomendasi yang muncul ketika seseorang memanfaatkan layanan streaming video tertentu, di mana film relevan dengan riwayat tontonan sebelumnya akan muncul.
Di samping itu, AI juga dapat dimanfaatkan dalam bentuk sistem pencarian informasi berbasis pemrosesan bahasa alami (NLP) yang memungkinkan komputer memahami dan berkomunikasi dengan bahasa manusia, serta memberikan rekomendasi koleksi secara otomatis berdasarkan perilaku pengguna.
“Chatbot. Ini juga bisa menggunakan NLP di mana kita berkomunikasi menggunakan bahasa manusia, seperti melalui WhatsApp atau platform lainnya. Chatbot akan merespons dengan bahasa yang sangat alami. Ini juga yang banyak dikembangkan,” tambah Irma.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Suryanto, mengatakan pemanfaatan AI di perpustakaan tidak hanya untuk mempercepat layanan tetapi juga untuk memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat inovasi dan informasi. “Kami percaya AI ini tidak hanya mempercepat layanan atau akses buku, tetapi juga memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat inovasi, pusat informasi, dan pusat pembelajaran sepanjang hayat,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa saat ini perpustakaan menghadapi era perubahan besar. Kemajuan teknologi informasi dan AI telah menjadi kekuatan utama yang mendorong berbagai sektor untuk bertransformasi, termasuk pengelolaan perpustakaan.
