Tanda-Tanda Akhir Hidup yang Buruk
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Kematian adalah pengingat berharga. Melalui peristiwa akhir hidup, Allah SWT mengingatkan umat-Nya tentang kepastian. Bahwa waktu kita di dunia yang fana ini terbatas.
Sebagai seorang Mukmin, penting untuk selalu introspeksi dan sering bermuhasabah. Sebelum ajal menjemput, sebaiknya setiap Muslim mempersiapkan diri sebaik mungkin. Dan, bekal terbaik adalah ketakwaan kepada Allah sepanjang hidup.
Islam mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya. Justru, itu adalah pintu menuju kehidupan lain yang lebih hakiki, yaitu akhirat. Pada tahap ini, segala yang dulu dibanggakan seperti harta, jabatan, kesehatan, dan keturunan tidak lagi berguna, kecuali jika semuanya digunakan untuk ibadah dan mendapatkan ridha Allah.
Setiap orang tentu menginginkan akhir hidup yang baik. Tidak ada Muslim yang mengharapkan su’ul khatimah, yaitu kematian yang buruk.
Syekh Mahmud al-Mishri dalam karyanya, Al-Khauf min Su’ul Khatimah, menjelaskan beberapa tanda su’ul khatimah. Hal ini diharapkan agar gejala-gejala tersebut—yang mungkin pernah kita saksikan terjadi pada orang lain—dapat menjadi pelajaran berharga.
Menurut Syekh Mahmud al-Mishri, tanda pertama dari su’ul khatimah yang dialami sebagian orang adalah mereka berkata-kata kotor saat sakratulmaut.
Dari mulut mereka keluar ucapan yang mendatangkan kemurkaan Allah. Misalnya, perkataan yang menentang takdir-Nya atau penolakan terhadap kalimat tauhid.
Ibnu Rajab menceritakan kisah tentang seorang ulama yang membimbing seseorang menjelang ajal. Beberapa kali dibisikkan bacaan tahlil, tetapi yang keluar dari mulutnya justru ucapan kekafiran.
Sang ulama kemudian bertanya kepada orang-orang yang mengenal latar belakang si mendiang. Ternyata, pria yang sudah meninggal itu adalah seorang pecandu minuman keras.
Tanda su’ul khatimah, lanjut al-Mishri, juga dapat terlihat saat memandikan jenazah. Syekh al-Qahthani pernah menyatakan, “beberapa orang yang telah meninggal mengalami perubahan warna kulit menjadi hitam ketika aku melayat jenazahnya.”
Ada juga jenazah yang setelah dimandikan, warna kulitnya berubah menjadi gelap, padahal saat hidup berkulit terang.
