Teheran Putus Hubungan dengan IAEA: Mereka Hanya Alat Intelijen, Bukan Lembaga Tepercaya
BERITA TERBARU INDONESIA, TEHERAN — Prosesi pemakaman akbar berlangsung pada Sabtu (28/6/2025) di Teheran bagi para korban serangan Israel terkini terhadap Iran, mengubah suasana berkabung menjadi simbol perlawanan nasional yang kuat.
Acara ini dihadiri oleh puluhan ribu warga Iran dan pejabat senior negara, sekaligus menandai pengumuman resmi penghentian penuh kerja sama Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
- Jangan Asal Beli! Ini Panduan Pilih Tisu Toilet Terbaik Menurut Ahli
- Bacaan Doa Meminta Keselamatan, Rezeki, dan Ampunan
- Mengapa Umat Islam tidak ‘Belajar’ dari Suksesnya Lobi Israel di Amerika Serikat?
Para pemimpin Iran memanfaatkan momen ini untuk memberikan peringatan tegas terhadap potensi agresi asing yang lebih lanjut. Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejei, berjanji bahwa pengorbanan para syuhada akan menjadi bahan bakar bagi perlawanan dan kemajuan Iran.
“Darah para syuhada kami akan mempercepat tercapainya tujuan nasional kami,” ujar Ejei. “Kami tidak akan menyerah, dan kami tidak akan pernah menukar martabat kami,” tegasnya.
Ejei menuduh IAEA telah membocorkan informasi rahasia dan merusak kredibilitasnya sendiri. “IAEA bukan lagi lembaga yang bisa dipercaya,” kata Ejei, mengutip masalah keamanan nasional sebagai alasan di balik keputusan Iran untuk menghentikan semua kerja sama.
Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, menekankan kesiapan Iran untuk menanggapi setiap agresi di masa depan. “Jari kami berada di pelatuk, siap untuk menanggapi setiap langkah jahat dari musuh,” katanya, seraya memuji persatuan dan tekad rakyat Iran dalam mempertahankan kedaulatan negara.
