Mengantar Anak ke Sekolah, Ayah: Ingin Menunggu, tapi Anak Enggan
BERITA TERBARU INDONESIA, KOTA JAMBI — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengajak para ayah untuk mengantarkan anak mereka pada hari pertama sekolah sebagai bagian dari Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Wali Kota Jambi Maulana di Jambi, Senin, melakukan pemantauan langsung kegiatan di hari pertama masuk tahun ajaran baru 2025 di beberapa sekolah di daerah tersebut.
Berita Lainnya:
- Kabalitbang Kemenag: ASN Cerdas Bukan Sekadar Akronim, tapi Komitmen
- Minat Transaksi Tinggi, BEI Tambah Lima Saham Underlying Single Stock Future
- Tersangkakan Riza Chalid, Ray Rangkuti: Sudah Tidak Ada Jalan Mundur bagi Kejagung
“Kami mengamati kegiatan hari pertama sekolah untuk melihat langsung para orang tua mengantarkan anak, ini adalah bentuk kepedulian mereka,” ujarnya.
Gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah didasari oleh Surat Edaran (SE) Mendukbangga/Kepala BKKBN Nomor 7 Tahun 2025. SE ini efektif berlaku mulai 14 Juli 2025 dengan tujuan memperkuat peran ayah dalam mendampingi pendidikan anak sejak dini.
GATI bertujuan untuk menggalakkan keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak serta pendampingan remaja.
Gerakan tersebut menandai perubahan budaya pengasuhan, dari yang sebelumnya berfokus pada peran ibu, kini menjadi lebih kolaboratif dan setara.
Semua baik ayah maupun ibu, kata dia, pasti memiliki cita-cita besar agar anak mereka sukses di masa depan, serta harapan untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.
Program GATI diharapkan dapat mengatasi fenomena generasi yang lemah, tidak tahan uji, dan mudah terpuruk ketika menghadapi tekanan.
Peran ayah dalam pengasuhan akan membantu membentuk generasi berkarakter dan berkualitas yang siap menyongsong bonus demografi.
Pemerintah berharap adanya ayah teladan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kehadiran dan pendampingan ayah dalam proses tumbuh kembang anak sangatlah penting, menjadi kunci untuk mewujudkan keluarga berkualitas serta melahirkan generasi berkarakter.
Sebagai contoh nyata peran ayah, Suprayitno mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah.
“Kami sangat senang bisa mengantar anak ke sekolah pada hari pertama tahun ajaran baru. Awalnya berencana menunggu, namun anak tidak mau, jadi hanya mengantar saja,” katanya.
