Anugerah Syiar Ramadhan 2025 Diadakan, Berikut Daftar Pemenangnya
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA— Anugerah Syiar Ramadhan 2025 dilangsungkan. Beberapa pemenang nominasi diumumkan dalam acara penghargaan hasil kolaborasi tiga lembaga yaitu Kementerian Agama (Kemenag), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jumat (23/5/2025).
Tahun ini, ASR mengangkat tema “Siaran Ramadhan untuk Meneguhkan Ketahanan Bangsa”, dan merupakan edisi ke-10 sejak pertama kali diadakan pada 2015. Acara tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Bimas Islam TV, Media Center KPI Pusat, dan MUI TV.
- Gaza Utara Dibumihanguskan Oleh Israel, Bangunan di Sekitar RS Indonesia Rata dengan Tanah
- Rokok Haram Menurut Lembaga Fatwa Mesir dan Ini yang akan Dihadapi Perokok Kelak di Akhirat
- Mengapa Arab Masih Terdiam Saat Negara Eropa Lantang Tekan Israel Atas Kejahatan di Gaza?
Sebanyak 21 kategori penghargaan diberikan, meliputi program televisi, radio, serta penghargaan khusus dari Kemenag dan MUI. Penghargaan khusus dari Kemenag diberikan kepada Dai 3T Inspiratif dan Moderat Milenial Agent (MMA) inspiratif.
Sementara itu, program televisi dinilai dalam 10 kategori, termasuk dakwah non-talkshow (ceramah dan kultum), talkshow, wisata budaya, hiburan religi, hingga iklan layanan masyarakat.
Untuk radio, terdapat enam kategori yang serupa. Sementara MUI memberikan penghargaan pada program yang mendukung gaya hidup halal, ekonomi syariah, dan literasi digital Islami.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia 2019-2024/Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof KH Ma’ruf Amin, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Asosiasi Lembaga Penyiaran, dan tamu undangan lainnya.
Acara tersebut juga disiarkan melalui kanal YouTube Bimas Islam TV, Media Center KPI Pusat, dan MUI TV.
Kiai Ma’ruf menekankan pentingnya menjaga kualitas siaran selama Ramadhan. Dia menyebutkan bahwa ASR 2025 merupakan hasil kerja sama antar lembaga dalam memperkuat pengawasan konten siaran yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
BACA JUGA: Analis Militer: Sulit Bagi Israel untuk Taklukkan Gaza!
“Kegiatan ini adalah kerja sama. Bukan hanya MUI, melainkan juga Kemenag, KPI, bahkan Kemkomdigi yang ikut mengawal siaran Ramadhan. Pengawasan tidak cukup hanya lewat aturan, tetapi juga melalui pemantauan langsung, agar Ramadhan tidak ternodai oleh siaran-siaran yang kontraproduktif dan tidak membawa kebaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar diwakili Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan bahwa media dakwah harus menjadi kompas moral yang mengarahkan transformasi sosial menuju masyarakat yang beretika dan bersolidaritas. Dikatakannya, Kemenag berupaya memperkuat ekosistem dakwah media yang moderat dan berdampak.
