Aplikasi yang Digerakkan AI Dimanfaatkan untuk Mencari Jamur Berbahaya, Menewaskan Tiga Orang
BERITA TERBARU INDONESIA, SIDNEY — Dalam dunia kejahatan, pelaku seringkali menggunakan cara-cara unik untuk melancarkan aksinya. Di zaman yang serba modern ini, mereka memanfaatkan teknologi terbaru seperti AI dan aplikasi digital.
Dunia dikejutkan oleh insiden wanita asal Australia, Erin Patterson, yang dituduh melakukan pembunuhan terhadap tiga orang setelah diduga menyajikan beef wellington yang berisi jamur beracun (Amanita phalloides).
Perkembangan baru dari kasus ini terungkap di pengadilan minggu ini. Jaksa menuduh Patterson menggunakan aplikasi iNaturalist untuk mencari dan mendatangi lokasi-lokasi di mana jamur beracun diketahui tumbuh.
Apakah iNaturalist dan Bagaimana Cara Kerjanya?
iNaturalist adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto tanaman, jamur, hewan, dan elemen alam lainnya. Data tersebut diunggah dan diidentifikasi dengan mengombinasikan pengumpulan data dari masyarakat dan kecerdasan buatan.
Setelah pengguna mengunggah gambar, mereka bisa memilih untuk menjadikan lokasi tersebut publik, sehingga orang lain dapat melihat di mana gambar itu diambil. Basis data iNaturalist menyimpan lebih dari 240 juta observasi di seluruh dunia, dengan lebih dari 10,6 juta di antaranya berasal dari Australia.
Informasi ini sangat berguna bagi para ilmuwan untuk mempelajari ekologi berbagai spesies. iNaturalist sangat membantu peneliti untuk menemukan spesies baru, serta memantau spesies yang sudah lama tidak terlihat.
Temuan Unik dari Pengguna iNaturalist
Pengguna iNaturalist biasanya mengumpulkan gambar sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari mereka, bukan sebagai bagian dari pekerjaan mereka. Ini berarti ada pola dalam data yang dikumpulkan.
Observasi cenderung dilakukan pada akhir pekan dan saat cuaca cerah, serta melibatkan bentuk kehidupan yang dianggap aneh, tidak biasa, atau menarik oleh masyarakat.
Aplikasi ini telah mencatat 1.382 penampakan kucing domestik di Australia, dibandingkan dengan 29.660 koala. Namun, dokumentasi tentang hal-hal yang langka dan menakjubkan dapat memberikan manfaat besar.
