AS dan Negara Eropa Beri Batas Waktu kepada Iran untuk Kesepakatan Nuklir
BERITA TERBARU INDONESIA, WASHINGTON — Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bersama menteri luar negeri dari Prancis, Jerman, dan Inggris telah menetapkan akhir Agustus sebagai tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran, menurut laporan dari BERITA TERBARU INDONESIA, Selasa (15/7/2025). Berdasarkan informasi dari tiga sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, jika kesepakatan tidak tercapai sebelum batas waktu tersebut, ketiga negara Eropa itu berencana untuk mengaktifkan mekanisme snapback.
Mekanisme snapback ini berarti akan mengembalikan semua sanksi Dewan Keamanan PBB yang sebelumnya telah dicabut sesuai perjanjian Iran pada 2015. Panggilan telepon yang dilakukan pada Senin (14/7/2025) bertujuan untuk menyelaraskan posisi tentang snapback dan langkah diplomasi nuklir berikutnya dengan Iran, sebagaimana diungkapkan oleh sumber tersebut.
Menurut dua dari tiga sumber, pihak Eropa akan berkomunikasi dengan Iran dalam beberapa hari dan minggu mendatang, dengan pesan bahwa Teheran dapat menghindari sanksi snapback jika mengambil langkah-langkah untuk meyakinkan dunia tentang program nuklirnya, termasuk melanjutkan pemantauan oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Salah satu sumber menyebutkan langkah lain yang serupa adalah penarikan sekitar 400 kilogram uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60 persen dari Iran yang disimpan di lokasi-lokasi tersebut.
Kesepakatan tahun 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), ditandatangani oleh Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB — China, Prancis, Rusia, Inggris, dan AS — serta Jerman. Perjanjian ini membatasi cadangan uranium yang diperkaya Iran hingga 202,8 kilogram pada tingkat pengayaan rendah.
AS menarik diri dari kesepakatan tersebut secara sepihak pada 8 Mei 2018 di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump dan menerapkan kembali sanksi besar-besaran terhadap Teheran.
Pada 13 Juni 2025, Israel, dengan dukungan AS, melancarkan serangan selama 12 hari terhadap Iran, menargetkan lokasi militer, nuklir, dan sipil serta komandan militer senior dan ilmuwan nuklir.
Iran merespon dengan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke fasilitas militer dan intelijen Israel. Gencatan senjata yang dimediasi AS antara Teheran dan Tel Aviv diumumkan pada 24 Juni 2025.
