Peran Vital Asuransi Syariah dalam Manajemen Risiko dan Perlindungan Aset
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Asuransi syariah memiliki peran yang signifikan dalam mengelola risiko keuangan, khususnya dalam perlindungan aset dari krisis kesehatan dan kondisi keuangan yang tidak terduga. Berdasarkan data global, sekitar 43 juta orang meninggal akibat penyakit kritis pada tahun 2023.
Di Indonesia, kasus penyakit kritis meningkat drastis sebesar 28 persen hanya dalam satu tahun, dari 23 juta kasus pada 2022 menjadi 29 juta pada 2023. Tanpa perlindungan yang tepat, seseorang berisiko kehilangan tidak hanya kesehatannya, tetapi juga stabilitas keuangan dan aset kekayaan.
“Kita sering merasa aman memiliki aset, tetapi ketika darurat kesehatan muncul, aset tersebut tidak selalu dapat langsung dicairkan. Asuransi, termasuk asuransi berbasis syariah, berperan dalam mengelola risiko keuangan,” jelas Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, di acara Global Islamic Finance Summit 2025 pada Selasa (29/4/2025).
Asuransi syariah menawarkan manfaat ketika terjadi risiko kematian maupun risiko kesehatan.
Dalam asuransi syariah, terdapat nilai tambah yang diberikan kepada setiap pesertanya, yaitu berupa saling tolong-menolong antar sesama peserta. Setiap peserta yang membayarkan asuransi syariah akan berkontribusi membantu peserta lainnya ketika terjadi musibah.
“Jadi, ketika peserta tidak pernah mengajukan klaim, ia tetap terhitung berkontribusi, memberikan dampak kepada peserta lainnya,” ujar Vivin.
Selain itu, asuransi syariah menganut prinsip bebas riba, gharar, dan maysir, di mana dana peserta dikelola secara transparan dan adil dalam semangat gotong royong melalui Dana Tabarru’. Prinsip ini menjadi kekuatan asuransi syariah, di mana peserta berkontribusi untuk saling membantu dalam menghadapi berbagai risiko kehidupan. Proteksi ini tidak hanya merupakan bentuk perlindungan individu tetapi juga wujud kepedulian sosial demi meraih keberkahan dalam hidup.
Manfaat dari asuransi syariah tidak hanya muncul saat terjadi musibah. Ia juga menjadi bagian dari strategi perencanaan kekayaan jangka panjang, seperti mempersiapkan dana pensiun, mendukung perencanaan pendidikan anak, dan menjaga ketersediaan dana darurat tanpa perlu mengorbankan aset produktif.
Santunan dari asuransi juga dapat menjadi sumber likuiditas penting untuk mempertahankan kelangsungan bisnis dan keluarga atau mempersiapkan peninggalan berharga untuk keluarga.
“Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, termasuk dalam mengelola keuangan. Dengan asuransi, khususnya asuransi syariah, kita melindungi diri dari kerugian besar yang tak terduga, menjaga aset tetap aman, dan memberikan ketenangan jiwa untuk keluarga,” kata Vivin.
