Gunung Sebagai Penyangga Bumi: Polusi dan Pegunungan Himalaya yang Tersembunyi
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Ayat ketujuh dari Surah an-Naba di awal juz ke-30 Alquran menyatakan bahwa gunung berfungsi sebagai penyangga bumi. Ayat tersebut berbunyi,
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
Wal-jibāla autādā
Gunung-gunung sebagai pasak (bumi),
Ulama penafsir Alquran, Abdurrahman as-Sa‘di, menjelaskan bahwa semua gunung mengokohkan bumi agar tidak berguncang dan menghancurkan daratan. Allah menciptakan gunung-gunung sebagai pasak untuk menstabilkan bumi, sehingga tidak bergerak akibat guncangan-guncangan dari bawahnya.
Pegunungan Himalaya
Salah satu kawasan pegunungan terkenal di dunia adalah Himalaya. Rangkaian pegunungan ini berada di Asia, memisahkan anak Benua India dari Dataran Tinggi Tibet. Himalaya adalah rumah bagi beberapa gunung tertinggi di dunia, termasuk Gunung Everest dan Kangchenjunga. Dalam bahasa Sanskerta, Himalaya berarti “tempat kediaman salju” (dari hima “salju”, dan aalaya “tempat tinggal”).
Himalaya membentang melintasi lima negara — Afghanistan, Pakistan, India, Tiongkok, Bhutan, Nepal, dan Myanmar. Ini adalah sumber dari dua sistem sungai besar dunia — Sungai Indus dan Sungai Ganga-Brahmaputra. Sekitar 1,5 miliar orang bergantung pada aliran air dari Himalaya, termasuk di Bangladesh.
Koresponden BBC, Navin Singh Khadka, mengungkapkan “kesedihannya” melihat Himalaya saat ini. Tidak seperti dulu yang tampak jelas, kawasan ini kini tersembunyi di balik kabut tebal akibat polusi yang semakin memburuk.
“Saya dibesarkan di ibu kota Nepal, mengamati pegunungan Himalaya. Sejak pergi, saya merindukan pemandangan beberapa puncak tertinggi di planet ini. Setiap kali saya mengunjungi Kathmandu, saya berharap dapat melihat sekilas pegunungan yang menakjubkan ini. Namun saat ini, biasanya tidak ada keberuntungan,” tulisnya.
