Pembangunan Underpass Disetujui Dedi Mulyadi, Wali Kota Cimahi Akan Koordinasi dengan Mabes TNI
BERITA TERBARU INDONESIA, CIMAHI — Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan bahwa underpass di Jalan Gatot Subroto direncanakan untuk dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada awal tahun 2026. Persiapan untuk pembangunan akses yang bertujuan mengurai kemacetan ini terus dimatangkan.
“Ini adalah inisiatif dari provinsi, kita mendukung agar komunikasi berjalan baik dan di awal tahun 2026 proyek ini dapat dimulai. Kita hanya menetapkan lokasi, sedangkan pekerjaan dan anggaran berasal dari provinsi,” kata Ngatiyana ketika dikonfirmasi, Jumat (30/5).
Pembangunan underpass atau flyover di Jalan Gatot Subroto yang melintasi rel kereta api sebelumnya telah dibahas oleh Gubernur Jawa Barat dengan Dedi Mulyadi saat berbincang dengan Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana-Adhitia Yudisthira. Dalam perbincangan yang disiarkan di YouTube tersebut, Dedi Mulyadi menyetujui pembangunan akses underpass atau flyover.
Ngatiyana menjelaskan, pihaknya bersama Pemprov Jabar, TNI, dan pihak terdampak lainnya telah melakukan koordinasi dan pembahasan mengenai pembangunan underpass tersebut. Sejumlah bangunan atau lahan diperkirakan akan terkena dampak pembebasan lahan.
“Alhamdulillah, pada rapat pertama, TNI, Kantor Pos, Telkom, serta bangunan bersejarah yang lahannya akan terkena dampak sudah memberikan izin dan sangat mendukung penggunaannya untuk kepentingan umum,” ujar Ngatiyana.
Selanjutnya, Pemkot Cimahi akan berkoordinasi juga dengan Kodam III/Siliwangi, TNI AD, Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, dan pihak terkait lainnya. Karena ada lahan milik TNI yang akan terkena dampak, koordinasi ini diperlukan untuk mencegah perselisihan. “Bagaimana tanah TNI ini atau tanah tersebut bisa digunakan untuk kepentingan umum, sehingga tidak terjadi perselisihan dan harus kita tempuh,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah menambahkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemprov Jabar, akses di Jalan Gatot Subroto akan dibangun underpass.
Wilman mengatakan, flyover atau underpass sangat dibutuhkan di Jalan Gatot Subroto untuk mengatasi kemacetan. Volume lalu lintas di area tersebut semakin padat seiring dengan meningkatnya perjalanan kereta api, khususnya Kereta Api Feeder.
Kereta tersebut khusus mengangkut penumpang Kereta Cepat Whoosh Jakarta – Bandung, baik dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung maupun sebaliknya. Keberadaan kereta tersebut menyebabkan buka tutup perlintasan sebidang semakin sering dilakukan.
“Karena memang dengan meningkatnya Kereta Api Feeder ini berdampak terhadap kemacetan lalu lintas khususnya di Jalan Gatot Subroto,” katanya.
