Perayaan Milad ke-112 Mathlaul Anwar
BERITA TERBARU INDONESIA, PANDEGLANG – Sabtu (26/4/2025) menandai momen spesial di kompleks Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten di Cikaliung, Pandeglang, yang dihiasi oleh puluhan karangan bunga ucapan selamat. Acara ini merayakan Milad ke-112 Hijriyah Mathla’ul Anwar (MA), sebuah organisasi keagamaan dan pendidikan Islam yang telah berdiri sejak 1916.
Dengan tema “Menata Umat, Merekat Bangsa”, acara ini juga diisi dengan Halal Bihalal Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) serta peletakan batu pertama untuk pembangunan masjid kampus UNMA, yang menjadi tonggak baru dalam sejarah organisasi.
Suasana hangat Syawal 1446 H dipenuhi oleh ratusan tamu dari berbagai kalangan, termasuk tokoh nasional, pejabat, ulama, akademisi, dan kader muda MA, yang berkumpul di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Irsyad Djuwaeli. Karangan bunga dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, DPR RI, perusahaan swasta, dan komunitas lokal, menjadi simbol penghormatan kepada Mathla’ul Anwar.
Sejarah Panjang Mathla’ul Anwar
Acara dibuka oleh Prof. Dr. Andriansyah, M.Si., Rektor UNMA, yang menyoroti sejarah dan kontribusi MA selama lebih dari satu abad. “Selama 112 tahun, Mathla’ul Anwar telah menjadi pelopor dalam membangun peradaban melalui pendidikan,” ujar beliau, disambut dengan tepuk tangan meriah.
Mathla’ul Anwar, yang didirikan pada tahun 1334 H (1916 M) di Menes, Pandeglang, terus mengukir sejarah dalam pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial. KH Embay Mulya Syarief, Ketua Umum PBMA, menekankan pentingnya Milad ke-112 ini sebagai momen untuk menghargai jasa para pendiri dan memperkuat peran organisasi.
Dukungan dari Pemerintah
Bupati Pandeglang, Hj. Dewi Setiani, S.Sos., MA, bersama Wakil Bupati Iing Andri Supriadi, menyatakan dukungan penuh untuk pembangunan masjid UNMA. “Mathla’ul Anwar telah memberikan kontribusi yang luar biasa di bidang pendidikan. Kami siap mendukung sarana dan prasarana, termasuk masjid ini,” kata Bupati Dewi, yang juga memberikan donasi awal sebagai wujud komitmen.
Simbol Syukur dan Harapan
Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh KH Embay Mulya Syarief, yang menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang MA. “Tumpeng ini adalah wujud rasa syukur kami. Semoga Mathla’ul Anwar terus menjadi rumah besar bagi umat,” ungkap KH Embay, disambut tepuk tangan dari para tamu.
Mathla’ul Anwar diakui sebagai rumah besar bagi umat, tempat menimba ilmu, beribadah, dan berkhidmat untuk Indonesia. Dengan gemerlap Syawal 1446 H, Mathla’ul Anwar menyemai harapan baru bahwa perjuangan dalam pendidikan dan dakwah akan terus berlanjut dari Pandeglang untuk Indonesia.
