‘Batu Daud’, Tanggapan Pejuang Gaza atas ‘Kereta Gideon’ Israel
BERITA TERBARU INDONESIA, GAZA – Kelompok-kelompok pejuang Palestina di Gaza dalam seminggu terakhir melancarkan perlawanan terhadap pendudukan Israel melalui serangkaian operasi dengan sandi “Batu Daud”. Operasi ini menargetkan aksi darat Israel yang dikenal sebagai ‘Kereta Gideon’.
Para pejuang Palestina terus menanggapi agresi Israel dengan berbagai taktik, termasuk serangan penembak jitu, penggunaan alat peledak yang menargetkan kendaraan dan bangunan pendudukan, serta pertempuran bersenjata langsung.
Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menyergap pasukan Israel dalam operasi yang direncanakan dengan cermat di daerah al-Athatra di Beit Lahia, Jalur Gaza utara. Mereka berhasil menargetkan unit infanteri Israel, mengakibatkan beberapa tentara tewas atau terluka.
Brigade al-Qassam juga mengumumkan bahwa para pejuangnya, bekerja sama dengan Brigade al-Quds dari Jihad Islam, melawan pasukan Israel yang berlindung di sebuah rumah di Khan Younis, Gaza selatan, yang mengakibatkan korban di antara pasukan Israel.
Menurut laporan yang diterima, Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam, melakukan operasi keamanan di lingkungan Tuffah, timur Kota Gaza. Mereka menyita sejumlah besar bahan peledak tinggi yang dijatuhkan oleh drone Israel di sebuah bangunan beberapa hari sebelumnya.
Bahan-bahan ini adalah bagian dari operasi khusus yang direncanakan oleh tentara penjajah yang akan dilakukan oleh unit khusus mereka di kawasan jauh dari perbatasan serangan di utara Jalur Gaza. Penyitaan bahan peledak oleh Brigade al-Quds ini mencegah kerusakan besar di lokasi bahan peledak ditempatkan.
Pada hari Jumat, tentara Israel mengakui bahwa dua tentaranya terluka parah ketika pasukan Perlawanan terus melawan pasukan penyerang. Salah satu tentara terluka di utara saat konfrontasi dengan Perlawanan. Seorang lagi, yang bertugas di Batalyon 74 Brigade Lapis Baja ke-188, terluka parah di Jalur Gaza selatan.
Pasukan pendudukan Israel mengumumkan pada hari Kamis bahwa seorang pegawai Kementerian Keamanan tewas dalam operasi di Jalur Gaza utara akibat ledakan alat peledak saat mengoperasikan alat berat.
Brigade al-Qassam juga melaporkan keberhasilan penembak jitu yang menargetkan seorang tentara Israel dan serangan terhadap pengangkut personel lapis baja. Brigade al-Qassam dan Brigade al-Quds melancarkan beberapa serangan, mengakibatkan korban di pihak pasukan Pendudukan Israel di Gaza utara dan timur.
Sementara itu, sayap militer Jihad Islam, Brigade al-Quds, mengumumkan bahwa mereka meledakkan sebuah rumah jebakan di mana pasukan Zionis mengambil posisi di lingkungan al-Shujaiya di Kota Gaza, mengakibatkan korban di pihak Zionis.
Pada 18 Mei, militer Israel mengumumkan dimulainya invasi darat besar-besaran di Gaza utara dan selatan, menandai peningkatan signifikan dalam konflik ini sebagai bagian dari operasi yang mereka sebut ‘Kereta Gideon’.
Menurut juru bicara IDF, pasukan darat telah melancarkan invasi besar di berbagai wilayah di Gaza utara dan selatan, setelah serangan udara intensif yang bertujuan melemahkan kemampuan Perlawanan Palestina. IDF mengklaim bahwa angkatan udara mereka telah menyerang lebih dari 670 lokasi di seluruh Jalur Gaza dalam upaya untuk melemahkan kemampuan operasional faksi perlawanan Gaza.
Nama sandi yang digunakan oleh pejuang Palestina dan tentara penjajah memiliki akar yang sama dalam kitab-kitab agama Samawi. Nabi Daud, yang dikisahkan mengalahkan Jalut dengan ketapelnya, dan Gideon, panglima militer dan nabi bangsa Israil, adalah tokoh yang diangkat sebagai simbol dalam operasi ini.
