Respon Masyarakat Setelah Perpustakaan Jakarta Beroperasi Hingga Malam
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pemprov Jakarta secara resmi telah memperpanjang jam operasional Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin sejak minggu lalu. Sebelumnya, jam operasional perpustakaan hanya dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, namun sekarang diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB.
Perpanjangan waktu operasional Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin ini mendapatkan sambutan positif dari para pengunjung. Salah satu pengunjung, Avata (28 tahun), menyatakan bahwa tambahan jam operasional ini sangat membantunya sebagai pengunjung reguler perpustakaan.
“Saya sangat terbantu,” ujar lulusan University of Birmingham tersebut saat berkunjung ke Perpustakaan Jakarta baru-baru ini.
Avata mengungkapkan bahwa ia sering mengunjungi perpustakaan yang terletak di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM). Dalam seminggu, ia bisa mengunjungi tempat tersebut dua hingga tiga kali.
Menurutnya, Perpustakaan Jakarta sangat ideal untuk tempat belajar. Sebagian besar pengunjung datang untuk belajar. Selain itu, penataan ruangan di sana dinilai sangat mendukung kegiatan belajar.
“Jadi rasanya termotivasi, yang lain belajar, saya juga jadi ingin belajar. Dan lagi, lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal saya,” katanya.
Avata sudah lama menjadi pengunjung perpustakaan. Waktu kuliah di Inggris, perpustakaan kampusnya menyediakan fasilitas yang memadai untuk pengunjung.
“Dulu di kampus luar negeri, perpustakaan buka 24 jam. Kita bisa tidur di perpustakaan, sudah biasa. Bahkan mereka menyediakan selimut,” kenangnya.
Meskipun perpustakaan di Jakarta belum bisa dibandingkan dengan yang di Inggris, tambahan jam operasional hingga malam hari sangat memudahkan. Ia yakin bahwa perpanjangan jam ini akan menarik lebih banyak pengunjung.
“Saya lihat literasi anak muda di Indonesia semakin meningkat. Kalau difasilitasi dengan jam yang lebih panjang, itu akan lebih baik,” tambahnya.
Pengunjung lain, Kevin (26), juga mengapresiasi perpanjangan jam operasional Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin. Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan cukup tinggi, terutama di akhir pekan.
Ia menambahkan, pengunjung perpustakaan tidak hanya datang untuk membaca atau belajar. Perpustakaan juga menjadi tempat untuk berinteraksi antarwarga.
“Semua lapisan masyarakat bisa berkumpul dan berinteraksi di sini,” ujarnya.
