Apakah Penyakit Jantung pada Wanita Lebih Berbahaya?
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Penyakit jantung tetap menjadi penyebab kematian teratas di kalangan wanita. Menurut Women’s Heart Foundation, penyakit jantung koroner menyebabkan kematian pada wanita hingga 42 persen, dibandingkan dengan pria yang hanya mencapai 24 persen.
Dokter spesialis jantung, dr Dmitry Yaranov MD, mengungkapkan bahwa masih banyak wanita yang belum menyadari gejalanya. Oleh karena itu, sangat penting bagi wanita untuk mengenali gejalanya agar kesehatan jantung dapat terjaga dan penanganan tidak terlambat dilakukan.
Yaranov kemudian membagikan delapan fakta penting yang harus diketahui setiap wanita mengenai perlindungan jantung. Berikut adalah rincian yang diungkapkan:
1. Penyakit Jantung sebagai Pembunuh Utama
Yaranov menyatakan bahwa banyak wanita yang merasa penyakit jantung bukan ancaman besar. Namun kenyataannya, penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada wanita. ‘Banyak yang masih berpikir bahwa penyakit jantung adalah penyakit pria. Sudah waktunya untuk mematahkan mitos itu,’ ujarnya.
2. Gejala yang Unik
Menurut Yaranov, gejala serangan jantung pada wanita sering kali berbeda dari nyeri dada klasik. Wanita mungkin mengalami mual, kelelahan, pusing, atau sesak napas, yang sering kali mengakibatkan salah diagnosis.
3. Serangan Jantung Lebih Mematikan bagi Wanita
Wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk meninggal dalam tahun pertama setelah serangan jantung, sebagian karena gejalanya sering terlewatkan atau tidak diobati dengan baik.
4. Penyumbatan Arteri pada Wanita Berbeda
Penumpukan plak di arteri wanita terjadi dengan cara yang berbeda dibandingkan pria. Tes-tes jantung standar umumnya didasarkan pada pola penyakit pria, sehingga sering kali tidak akurat bagi wanita.
5. Stres dan Kesehatan Emosional sebagai Faktor Risiko
Bagi wanita, kecemasan dan depresi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun sayangnya, hal ini sering kali tidak diperhitungkan dalam evaluasi kesehatan jantung.
6. Risiko Meningkat setelah Menopause
Penurunan hormon estrogen menghilangkan lapisan perlindungan alami bagi jantung, meningkatkan kemungkinan tekanan darah tinggi, kolesterol, dan serangan jantung.
7. Minimnya Perawatan
Menurut Yaranov, wanita lebih jarang mendapatkan pengobatan yang dapat menyelamatkan nyawa, mulai dari obat-obatan, pemasangan stent, hingga CPR. Padahal, kebutuhan mereka sama besarnya dengan pria.
8. Penyakit Jantung Dapat Dicegah
Kabar baiknya, sebagian besar penyakit jantung dapat dicegah. Gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, serta memperhatikan gejala dan sinyal dari tubuh dapat menyelamatkan nyawa.
