Paul McCartney Raih Kekayaan Fantastis Berkat Kolaborasi dengan Beyonce
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Ikon legendaris The Beatles, Paul McCartney, mencapai titik pencapaian baru dalam kariernya dengan dinobatkan sebagai miliarder musik pertama dari Inggris. Dalam edisi terbaru Sunday Times Rich List yang diterbitkan awal Mei 2025, kekayaan musisi berusia 82 tahun ini meningkat dari 1 miliar poundsterling pada 2024 menjadi 1,025 miliar poundsterling pada tahun 2025.
Peningkatan ini tidak terlepas dari kesuksesan tur dunia Got Back yang berakhir di London pada Desember lalu. Namun, yang membuat perjalanan finansial dan karyanya semakin berkesan adalah kontribusi dari penyanyi perempuan, yaitu Beyonce.
Penyanyi lagu Halo ini menyertakan lagu Blackbird karya McCartney dalam album Cowboy Carter dengan judul baru Blackbird. Album pemenang Grammy tersebut menghidupkan kembali makna kuat lagu yang terinspirasi oleh perjuangan perempuan kulit hitam pada era gerakan hak-hak sipil di AS.
Lagu yang pertama kali ditulis McCartney pada tahun 1968 itu memang didedikasikan untuk perempuan kulit hitam Amerika. “Lagu ini sebenarnya untuk perempuan kulit hitam yang berjuang melawan diskriminasi,” ungkap McCartney dalam wawancaranya dan bukunya Many Years From Now.
“Liriknya memberikan pesan harapan, bahwa akan datang saat kebangkitan,” dikutip dari Irish Star, Selasa (17/6/2025).
Saat ini, makna tersebut semakin relevan. Dalam versi Beyonce, lagu Blackbird debut di posisi 27 Billboard 100, mencatat 14 juta streaming dan 7.000 unduhan hanya dalam satu minggu.
Kisah ini bukan hanya mengenai kekayaan atau musik, tetapi bagaimana karya yang ditulis dengan hati, empati, dan solidaritas lintas generasi serta gender bisa kembali hidup di tangan perempuan masa kini.
Tidak berhenti sampai di situ, McCartney baru-baru ini juga bergabung dengan ratusan seniman yang menyerukan perlindungan hak cipta dari pelanggaran AI. Dalam surat terbuka kepada Perdana Menteri Inggris, ia bersama sineas dan musisi lainnya menegaskan bahwa hak cipta adalah “urat nadi kreativitas” yang harus dilindungi.
