BP Haji Berharap Revisi UU Tuntas Sebelum Agustus
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Mochammad Irfan Yusuf mengomentari proses revisi Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji yang sedang dibahas di tingkat pemerintah. Irfan berharap, aturan tersebut dapat segera disahkan sebelum akhir bulan Agustus 2025.
“Revisi Undang-Undang Haji ini, pekan ini, sudah sampai ke pemerintah. Tinggal bagaimana proses di Sekretariat Negara dan lainnya. Kita harapkan sebelum Agustus berlalu sudah selesai dan disetujui,” ujar Gus Irfan saat menghadiri workshop penyelenggaraan haji bersama Kementerian Haji Arab Saudi di Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Irfan percaya, dalam waktu dekat revisi undang-undang tersebut akan disahkan oleh DPR. Dengan demikian, tanggung jawab penuh atas penyelenggaraan haji akan dialihkan ke BP Haji, tidak lagi di bawah Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Irfan menekankan bahwa saat ini tanggung jawab masih berada di kementerian tersebut. Namun setelah revisi disahkan, otoritas akan berpindah ke BP Haji.
“Ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan haji, saya jawab, untuk saat ini masih di Kementerian Agama. Tetapi, insya Allah minggu depan sudah berada di tangan kami, karena prosesnya memang sedang berjalan dan sekarang sudah di pemerintah,” ungkapnya.
Gus Irfan mengapresiasi kerja sama yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, terutama dalam penyelenggaraan berbagai workshop yang membahas aspek media dan teknis pelaksanaan haji.
“Kami dari Indonesia merasa terhormat menjadi tujuan pertama dari kunjungan tim Kementerian Haji dalam melaksanakan workshop di seluruh dunia,” katanya.
Menurutnya, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memiliki tujuan yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada calon jamaah haji.
“Kita sama-sama memikirkan jamaah. Pemerintah Indonesia fokus pada jamaah Indonesia, sementara pemerintah Saudi memikirkan jamaah seluruh dunia. Namun, semangat pelayanannya sama,” jelas Irfan.
Irfan berharap kerja sama dan pemahaman bersama yang dibangun melalui forum-forum semacam ini akan membawa perbaikan signifikan dalam pelayanan haji di masa mendatang.
“Mudah-mudahan dengan workshop ini kita bisa saling melengkapi. Kita jadi paham apa yang diharapkan pemerintah Saudi dan mereka juga memahami tantangan kami, sehingga insya Allah pelayanan jamaah haji pada 2026 akan jauh lebih baik,” tutupnya.
