BP Haji Usulkan Penambahan Petugas Haji Perempuan pada 2026
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) mengajukan usulan agar jumlah petugas haji perempuan ditambah pada pelaksanaan ibadah haji di tahun mendatang. Keterwakilan perempuan dalam berbagai layanan masih dirasa kurang.
“Yang menjadi perhatian BP Haji adalah terkait petugas perempuan. Terus terang, jumlah jamaah haji kita lebih banyak perempuan,” ungkap Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Dahnil menyoroti bahwa jumlah pembimbing ibadah perempuan masih sangat terbatas dibandingkan pembimbing laki-laki. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kenyamanan dan pelaksanaan ibadah jamaah perempuan. Pada tahun ini, jumlah jamaah perempuan mencapai sekitar 120 ribu orang, sehingga keterlibatan petugas perempuan menjadi sangat penting.
“Agaknya perlu mulai dipikirkan pada periode penyelenggaraan haji berikutnya untuk menambah petugas, khususnya pembimbing ibadah perempuan,” katanya.
“Agar mereka mendapatkan asistensi yang lebih tepat, tidak dibimbing oleh pembimbing laki-laki. Mereka akan lebih nyaman jika pembimbingnya perempuan,” tambah Dahnil.
Dahnil juga menambahkan bahwa BP Haji akan mempromosikan konsep ‘Haji Ramah Perempuan dan Lansia’ sebagai kebijakan strategis di masa mendatang. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan haji yang akan datang, khususnya tahun 2026, harus lebih mengafirmasi hak-hak ibadah perempuan. “Bukan hanya ramah lansia seperti nomenklatur yang selama ini digunakan oleh teman-teman di PHU (Penyelenggara Haji dan Umrah),” tutupnya.
