Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Ekonomi
  • BPS: Surplus Neraca Perdagangan Capai 11,07 Miliar Dolar AS di Awal 2025
  • Ekonomi

BPS: Surplus Neraca Perdagangan Capai 11,07 Miliar Dolar AS di Awal 2025

Agus Santoso Juni 2, 2025
bps-neraca-perdagangan-surplus-1107-miliar-dolar-as-pada-januariapril-2025

BPS: Surplus Neraca Perdagangan Capai 11,07 Miliar Dolar AS di Awal 2025

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Neraca perdagangan Indonesia menunjukkan performa positif. Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan bahwa neraca perdagangan barang Indonesia pada periode Januari hingga April 2025 mengalami surplus sebesar 11,07 miliar dolar AS. Jumlah ini bertambah 0,95 miliar dolar AS dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Prestasi ini didukung oleh ekspor yang mencapai 87,36 miliar dolar AS, lebih besar dibandingkan impor yang berada di angka 76,29 miliar dolar AS,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik (BRS) di Jakarta, Senin (2/6/2025).

Nilai ekspor sepanjang Januari sampai April 2025 bertambah 6,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan dengan total ekspor mencapai 68,84 miliar dolar AS, naik 16,08 persen secara tahunan.

Beberapa komoditas utama menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, antara lain besi dan baja yang berkontribusi sebesar 8,81 miliar dolar AS (naik 6,62 persen), serta minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya yang meningkat 20 persen menjadi 7,05 miliar dolar AS. Namun, ekspor batubara justru menurun 19,74 persen menjadi 8,17 miliar dolar AS.

Tiongkok tetap menjadi tujuan utama ekspor komoditas nonmigas Indonesia dengan nilai 18,87 miliar dolar AS atau 22,86 persen dari total ekspor. Diikuti oleh Amerika Serikat (9,38 miliar dolar AS atau 11,36 persen) dan India (5,59 miliar dolar AS atau 6,77 persen). Ekspor ke Tiongkok didominasi oleh besi dan baja, bahan bakar mineral, serta nikel. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian dan aksesorisnya.

Dari sisi impor, BPS mencatat nilai impor selama Januari hingga April 2025 sebesar 76,29 miliar dolar AS, naik 6,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor nonmigas berkontribusi sebesar 65,29 miliar dolar AS (naik 9,18 persen), sedangkan impor migas menurun 8,27 persen menjadi 11 miliar dolar AS.

Impor terbesar berasal dari mesin/peralatan mekanis (10,75 miliar dolar AS), mesin/perlengkapan elektrik (9,35 miliar dolar AS), serta kendaraan dan bagiannya (3,45 miliar dolar AS). Dari sisi penggunaan, impor bahan baku atau penolong naik 5,32 persen menjadi 55,35 miliar dolar AS.

China menjadi negara asal impor nonmigas terbesar dengan nilai 25,77 miliar dolar AS (39,48 persen), diikuti Jepang (5,04 miliar dolar AS) dan Thailand (3,13 miliar dolar AS). Mayoritas impor dari China mencakup mesin, peralatan elektrik, dan kendaraan.

Surplus perdagangan nonmigas terbesar disumbang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati (9,85 miliar dolar AS), bahan bakar mineral (9,16 miliar dolar AS), besi dan baja (5,54 miliar dolar AS), produk nikel (2,59 miliar dolar AS), serta alas kaki (2,05 miliar dolar AS).

Indonesia mencatat surplus perdagangan nonmigas tertinggi dengan Amerika Serikat (6,42 miliar dolar AS), India (4 miliar dolar AS), dan Filipina (2,92 miliar dolar AS). Komoditas penyumbang surplus terbesar ke Amerika Serikat antara lain mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian.

Namun, defisit perdagangan nonmigas juga terjadi, terbesar dengan Tiongkok (6,9 miliar dolar AS), Australia (1,57 miliar dolar AS), dan Hong Kong (486 juta dolar AS). Penyumbang defisit terbesar berasal dari mesin dan perlengkapan elektrik, serta kendaraan.

Untuk bulan April saja, ekspor Indonesia mencapai 20,74 miliar dolar AS (naik 5,76 persen secara tahunan), sementara impor tercatat sebesar 20,59 miliar dolar AS (naik 21,84 persen).

Continue Reading

Previous: China Menuduh AS Mengganggu Kesepakatan Tarif yang Dicapai di Jenewa
Next: Bali Berada di Peringkat 38 Destinasi MICE Dunia, Ungguli Malaysia dan Bangkok

Related News

  • Ekonomi

Peningkatan Premi BRI Insurance Mencapai 13,3 Persen

Intan Permatasari Agustus 11, 2025
  • Ekonomi

Pesanan Naik 113 Persen di GIIAS 2025, Chery Sasar Pasar Bandung dengan Produk Baru di Mall PVJ

Rina Kartika Agustus 11, 2025
konsesi-pelabuhan-saatnya-investasi-berbicara-lebih-dari-sekadar-angka
  • Ekonomi

Konsesi Pelabuhan: Waktu untuk Investasi Membuktikan Diri Lebih dari Sekadar Angka

Intan Permatasari Agustus 10, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.