Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • BSI Dorong Pengembangan Wakaf Uang Produktif, Berpotensi Kurangi Beban Sosial Negara
  • Berita

BSI Dorong Pengembangan Wakaf Uang Produktif, Berpotensi Kurangi Beban Sosial Negara

Siti Nurhaliza Juli 2, 2025
bsi-dorong-wakaf-uang-produktif-potensi-redam-beban-sosial-negara

BSI Dorong Pengembangan Wakaf Uang Produktif, Berpotensi Kurangi Beban Sosial Negara

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Wakaf uang dianggap memiliki potensi signifikan sebagai sumber pembiayaan sosial berkelanjutan yang mampu mendukung fungsi negara, terutama ketika ruang fiskal semakin terbatas. Program Islamic Endowment Fund oleh BSI disebut sebagai inisiatif penting untuk menghadapi tantangan pembiayaan dalam pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Wakaf uang memiliki potensi untuk menjadi funding pool berkelanjutan dalam sektor pendidikan seperti beasiswa, pembangunan kampus wakaf, insentif guru; kesehatan seperti klinik wakaf, rumah sakit wakaf, asuransi sosial berbasis wakaf; dan UMKM dengan pembiayaan mikro yang berisiko rendah berbasis wakaf produktif dan model qardhul hasan,” kata Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Prof Nur Hidayah, kepada BERITA TERBARU INDONESIA, Rabu (2/7/2025).

  • Wakaf Uang Digital BSI Dinilai Jadi Titik Balik Ekonomi Umat
  • BSI Terbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Tahap II Senilai Rp 5 Triliun
  • BSI Biayai Proyek Hijau dan Sosial dengan Sukuk Berkelanjutan

Menurutnya, pendekatan wakaf uang berbeda dari zakat atau bantuan sosial yang bersifat sementara. “Dengan pendekatan perpetual endowment, wakaf uang tidak hanya disalurkan sekali seperti zakat, tetapi dapat terus memberikan manfaat berulang (sustainable impact),” tegasnya.

Pernyataan ini diperkuat dengan peluncuran Islamic Endowment Fund oleh BSI dalam rangkaian BSI International Expo 2025. Dana wakaf yang terkumpul akan dikelola secara syariah dan produktif, kemudian hasilnya akan disalurkan ke pembiayaan sosial strategis.

“Kami telah memulai program Islamic Endowment Fund oleh BSI. Ini adalah upaya kami untuk mendorong lembaga dan institusi keumatan membentuk dana abadi yang dikelola secara produktif, dengan hasil yang dimanfaatkan untuk program sosial berkelanjutan,” ujar Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho.

BSI menyatakan program ini menjadi pembeda dari pendekatan finansial konvensional. Selain fungsi ekonomi, Islamic Endowment Fund juga menargetkan aspek spiritual dan sosial masyarakat Muslim. “Kami ingin hadir sebagai Sahabat Finansial, Sosial, dan Spiritual,” ujar Cahyo.

Prof Nur menilai, jika wakaf dikelola secara terstruktur dan transparan, maka keberadaannya bisa memperkuat fungsi sosial negara tanpa harus mengandalkan utang atau APBN. Terutama saat penerimaan negara melemah, dan belanja sosial tetap tinggi.

Tantangan utama saat ini adalah membangun kepercayaan publik terhadap wakaf uang. Karena itu, langkah BSI melalui digitalisasi dan kolaborasi dengan masjid, komunitas, dan nadzir profesional dinilai sebagai strategi yang tepat.

“Islamic Endowment Fund akan menjadi mesin pertumbuhan inklusif, mendorong sektor riil, memperkuat human capital, dan menjawab kebutuhan pembiayaan jangka panjang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM,” jelasnya.

Menurut BSI, potensi wakaf uang di Indonesia sangat besar. Namun, pengelolaannya masih jauh dari optimal. Lewat program ini, bank syariah pelat merah itu ingin memosisikan diri sebagai motor penggerak wakaf produktif nasional.

“Kami meyakini gerakan ini bisa menjadi kekuatan besar jika dijalankan bersama-sama oleh BSI dan seluruh ekosistem Islam di Indonesia,” ujar Cahyo.

BSI juga telah bekerja sama dengan tiga yayasan besar dan hampir 60 ribu masjid di seluruh Indonesia untuk memperluas jangkauan program wakaf uang. Lewat platform BYOND, masyarakat dapat menunaikan wakaf secara digital dan transparan.

Continue Reading

Previous: Aion UT, Pilihan Ideal Suami Urban yang Peduli Istri, Akan Bersaing dengan BYD Dolphin
Next: Persib Tolak Bonus dari Sumbangan ASN, Dedi Mulyadi Serahkan Keputusan pada Sekda

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.