Bulog Tegaskan Pelaku Judi Online dan Terorisme Tak Akan Terima Bantuan Beras
BERITA TERBARU INDONESIA, TANGERANG — Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menekankan bahwa program bantuan pangan beras 10 kilogram (kg) serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak akan disalurkan kepada masyarakat yang terlibat dalam judi online maupun aktivitas terorisme.
“Kami memastikan, individu yang terlibat dalam judi online dan terorisme tidak akan menerima bantuan pangan ini. Sudah ada aturannya,” ujar Rizal setelah menyalurkan bantuan pangan beras di Kabupaten Tangerang, Sabtu (3/8/2025).
Ia menjelaskan bahwa Bulog sudah memiliki data yang akurat untuk mengidentifikasi siapa saja yang tidak berhak menerima bantuan. Proses distribusi dilakukan melalui sistem aplikasi yang dilengkapi dengan barcode untuk memverifikasi data penerima dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Jadi jika masyarakat sudah mendapatkan barcode dan tercatat dalam data penerima manfaat, berarti sudah aman. Sudah jelas,” ungkapnya.
Sebagai tambahan, Bulog juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum, baik TNI maupun Polri, untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan dengan tepat sasaran.
“Tentu dalam penyaluran SPHP ini kita awasi bersama teman-teman TNI/Polri. Supaya tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu. Jangan sampai terjadi lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Bulog diberi mandat untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras selama periode Juni dan Juli 2025 sebanyak 1,3 juta ton ke seluruh Indonesia.
Menurut Rizal, langkah ini diambil oleh pemerintah untuk menekan fluktuasi harga pangan serta menjamin ketersediaan beras di pasaran. Program SPHP dirancang agar masyarakat dapat membeli beras dengan harga maksimal Rp 12.500 per kilogram atau Rp 62.500 untuk kemasan 5 kg.
“Tujuannya adalah untuk menurunkan fluktuasi harga beras dan mengisi kekosongan pasokan beras di pasaran,” jelasnya.
