Buya Anwar Abbas: Tiga Kelemahan Koperasi Desa Merah Putih
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru melaksanakan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) tanpa persiapan manajerial di tingkat lokal.
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menekankan bahwa pelibatan aparatur desa yang belum terlatih dalam pengelolaan koperasi dapat berisiko menimbulkan kegagalan besar.
“Saya khawatir koperasi Merah Putih ini berhubungan dengan desa, dengan lurah, dengan perangkat desa, sementara mereka kan tidak berpengalaman mengelola koperasi,” ujar Anwar dalam wawancara bersama BERITA TERBARU INDONESIA di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (18/7/2025).
Menurut Anwar, terdapat tiga kelemahan utama yang perlu diperhatikan secara serius: kualitas sumber daya manusia, kesiapan teknologi informasi, serta potensi tingginya rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL). Ia berpendapat bahwa jika pengelolaan dilakukan dengan sembarangan, koperasi justru dapat merugikan masyarakat desa.
“Risikonya? Ya karena dari sisi SDM-nya bermasalah, dari sisi IT-nya, kemudian juga dari sisi permodalan saya tidak tahu lagi. Dan nanti dari segi nasabah, kepatuhan nasabah untuk membayar itu juga bermasalah. Bisa-bisa NPL-nya tinggi, ya. Sehingga bangkrut. Ya khawatir juga,” ungkap Anwar.
