Kisah Penyebaran Islam di Meksiko
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Cahaya Islam menyinari Benua Amerika, termasuk negara Meksiko. Negara yang terletak di sebelah selatan Amerika Serikat (AS) ini juga menjadi tempat berkembangnya syiar agama tauhid.
Hampir seluruh umat Islam di Meksiko tinggal di kawasan perkotaan, seperti Mexico City, Coahuila de Zaragoza, dan Jalisco. Dari sisi sosial-ekonomi, kaum Muslim di negara tersebut hidup dengan cukup makmur.
- Hajar Malaysia, Timnas Putri U-19 Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF Wanita U-19 2025
- Gaji Hakim Naik, Anggarannya Masih Dihitung Kemenkeu
- Israel Tutup Paksa Seluruh Akses Masuk Masjid al-Aqsha
Kebanyakan dari tenaga kerja Muslim di Meksiko berprofesi sebagai pengusaha. Berdasarkan penelitian de Castro dan Vilela, terdapat belasan masjid yang tersebar di seluruh Meksiko.
Komunitas Muslim di Meksiko mulai berkembang secara signifikan sejak awal abad ke-20. Pada masa itu, banyak imigran dari negara-negara Arab yang datang ke sana. Selanjutnya, memasuki abad ke-21, cukup banyak penduduk lokal yang memeluk Islam.
Meskipun demikian, jumlah umat Islam di Meksiko masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pemeluk agama lainnya, terutama Katolik Roma. Umat Islam masih merupakan kelompok minoritas di negara ini.
Berdasarkan sensus resmi pemerintah Meksiko pada tahun 2010, jumlah umat Islam di sana tidak kurang dari 2.500 orang. Lembaga Pew Research Center memperkirakan bahwa pada tahun 2030, jumlah penduduk Muslim di Meksiko bisa mencapai 126 ribu orang.
Artikel de Castro dan Vilela, “Muslims in Brazil and Mexico: A Comparative Quantitative Analysis” (2019) menunjukkan data yang cukup menarik. Sebanyak 4.118 jiwa atau kurang dari 0,01 persen dari total populasi Meksiko adalah Muslim pada 2010.
