Citi Indonesia Raih Laba Rp 645 Miliar dan Dua Penghargaan Bergengsi
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Citibank Indonesia (Citi Indonesia) berhasil mencapai kinerja yang mengesankan sepanjang kuartal I 2025. Prestasi ini membuat Citi menerima penghargaan dari ajang bergengsi Euromoney Awards for Excellence.
Tahun ini, Citi Indonesia dianugerahi predikat sebagai Bank Internasional Terbaik di Indonesia dan Bank Terbaik untuk Korporat Besar dalam acara tahunan yang diselenggarakan oleh majalah Euromoney.
- Kanwil Bea Cukai Jatim I Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp 10,9 Miliar
- Mbak Ita Kembali Seret Nama Hendi dalam Sidang Kasus Dugaan Pemerasan ASN Bapenda Semarang
- Brigade Al-Quds Hilang Kontak dengan Pejuang Penjaga Sandera Tentara Israel
Secara keseluruhan, Citi meraih 52 penghargaan dari Euromoney, termasuk penghargaan Banker of The Year untuk Jane Fraser, CEO Citigroup. Penghargaan ini mengakui kepemimpinan Jane yang khas dan kemampuannya dalam membawa perubahan besar pada perusahaan, dari kinerja keuangan yang positif hingga performa di lima lini bisnis utama.
CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim Citi Indonesia yang terus memberikan solusi layanan keuangan kelas dunia bagi para klien. “Dengan keberadaan Citi di Indonesia selama lebih dari setengah abad, kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra perbankan utama bagi klien yang memiliki kebutuhan lintas batas. Kekuatan Citi Indonesia terletak pada jaringan global yang kuat serta keahlian lokal yang mendalam,” ujarnya pada Rabu (23/7/2025).
Penghargaan dari Euromoney ini menegaskan pencapaian Citi Indonesia yang menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang kuartal I 2025. Citi Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp 645 miliar, didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 11 persen secara tahunan dan rasio dana murah yang stabil di angka 74 persen.
Selama kuartal I 2025, Citi Indonesia membukukan return on equity (ROE) sebesar 13,3 persen dan return on assets (ROA) sebesar 3,5 persen, serta mencatatkan perbaikan kualitas aset dengan penurunan rasio kredit bermasalah (gross NPL) menjadi 0,2 persen dari 3,4 persen pada tahun sebelumnya.
Rasio liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NSFR) Citi Indonesia tetap kuat pada 340 persen dan 159 persen, jauh di atas batas minimum. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dilaporkan sebesar 43,2 persen, meningkat dari 39,6 persen pada tahun sebelumnya.
Penghargaan Euromoney Awards for Excellence adalah program tahunan berskala global untuk industri perbankan. Selama lebih dari 30 tahun, Euromoney telah memberikan penghargaan kepada bank dan bankir yang terbukti memiliki kinerja baik, menjadikannya tolok ukur bagi industri perbankan internasional.
