Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • lingkungan
  • CREA Soroti Peningkatan Penggunaan Fosil dalam RUPTL
  • lingkungan

CREA Soroti Peningkatan Penggunaan Fosil dalam RUPTL

Agus Santoso Juni 13, 2025
crea-soroti-kenaikan-pembangkit-fosil-dalam-ruptl

CREA Soroti Peningkatan Penggunaan Fosil dalam RUPTL

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pembangunan pembangkit listrik yang berfokus pada energi fosil dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dianggap bisa menghambat transisi energi di Indonesia. Sebaliknya, RUPTL terbaru malah dinilai meningkatkan ketergantungan terhadap batu bara dan gas dalam dekade mendatang.

Laporan dari lembaga think-tank Center for Research on Energy and Clean Air (CREA) menunjukkan bahwa produksi listrik dari pembangkit batu bara dan gas diperkirakan akan meningkat hingga 40 persen dari 285 terawatt jam (TWh) pada 2024 menjadi 406 TWh pada 2034.

  • Ada RUPTL Baru, Ini Kunci PLN dalam Pengembangan EBT
  • Porsi Fosil 24 Persen Dalam RUPTL, ESDM: Batu Bara Bukan Barang Haram
  • Energi Surya Dominan di RUPTL, Infrastruktur Masih Jadi Tantangan

CREA juga mengamati bahwa bauran pembangkit fosil dalam RUPTL yang baru akan naik 10 persen menjadi 367 TWh pada 2030 dibandingkan proyeksi RUPTL 2021. Analis Utama CREA, Lauri Myllyvirta, menyebut kebijakan ini sebagai kemunduran besar dalam usaha transisi energi nasional.

“Ketergantungan yang terus berlanjut pada batu bara dan ekspansi besar-besaran pada gas dalam RUPTL yang baru merupakan kemunduran signifikan upaya transisi energi Indonesia,” kata Myllyvirta dalam pernyataannya, Kamis (12/6/2025).

Ia mengingatkan, dengan skenario tersebut, Indonesia berisiko gagal mencapai batas emisi karbon sektor kelistrikan sebesar 290 juta ton CO2 pada 2030 seperti yang disepakati dalam Just Energy Transition Partnership (JETP).

“Keengganan Indonesia untuk sepenuhnya berkomitmen pada pengembangan energi terbarukan bisa mengakibatkan hilangnya momentum penting yang dibutuhkan negara dalam dekade yang menentukan ini, yang penting untuk mengamankan investasi untuk energi bersih dan infrastruktur jaringan listrik, serta menjaga keunggulan kompetitif Indonesia sebagai pemimpin energi bersih di Asia Tenggara,” ujar Myllyvirta.

Meski RUPTL 2025–2034 mencantumkan penambahan kapasitas energi terbarukan, pengembangannya justru lebih lambat dibandingkan rencana sebelumnya. Kapasitas pembangkit terbarukan hanya ditargetkan 17 gigawatt (GW) hingga 2030, lebih rendah dari target 20,9 GW dalam RUPTL 2021–2030.

Penambahan energi surya dan angin juga dipangkas tajam menjadi 10,6 GW, jauh di bawah target JETP yang mencapai 24,3 GW pada 2030.

Analis CREA Katherine Hasan menyebutkan angka ini menunjukkan keraguan pemerintah dalam mendorong energi bersih.

“Terlebih lagi, target yang ditetapkan secara nyata melemahkan komitmen Indonesia yang telah dicapai dengan susah payah, terutama komitmen yang telah dituangkan dalam JETP, di mana target energi terbarukan lebih rendah dari aspirasi 56 GW pada 2030. Peningkatan produksi pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas juga jauh menyimpang dari komitmen JETP yang mengasumsikan pengurangan bertahap,” ujar Katherine.

CREA menyerukan agar pemerintah menetapkan jalur transisi energi yang selaras dengan target iklim 1,5°C dan komitmen JETP. Salah satunya melalui percepatan proyek-proyek energi terbarukan yang potensial hingga 45 GW, serta pemantauan ketat terhadap implementasinya.

CREA juga mendesak pemerintah menetapkan peta jalan pensiun PLTU yang memuat jadwal penghentian operasi. Analisis CREA menunjukkan, dampak polusi udara dari PLTU selama dekade mendatang diperkirakan menyebabkan 303 ribu kematian dan menimbulkan beban ekonomi akibat biaya kesehatan hingga 210 miliar dolar AS.

Continue Reading

Previous: Performa Saddil Ramdani Selama 4 Musim di Sabah FC
Next: FUNDtastic Tanamkan Pemahaman Keuangan pada Anak Sejak Dini

Related News

monyet-gemoy-buat-resah-warga-kota-cimahi
  • lingkungan

Monyet Besar Ganggu Warga Kota Cimahi

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
truk-terguling-diduga-jadi-penyebab-munculnya-busa-di-sungai-cimeta-2
  • lingkungan

Truk Terguling Diduga Menjadi Sumber Busa di Sungai Cimeta

Siti Nurhaliza Agustus 10, 2025
kapolri-sebut-modifikasi-cuaca-efektif-tekan-karhutla-di-kalbar
  • lingkungan

Kapolri Sampaikan Keberhasilan Modifikasi Cuaca dalam Mengurangi Karhutla di Kalbar

Maya Lestari Agustus 8, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.