Cara Memasak Daging Kerbau Agar Empuk di Hari Raya Idul Adha
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Di berbagai daerah di Indonesia, selain sapi dan kambing, kerbau juga sering dipilih untuk hewan kurban. Hal ini disebabkan karena harga kerbau yang lebih terjangkau dibandingkan sapi, sehingga beberapa orang lebih memilihnya untuk berkurban.
Namun, daging kerbau dikenal memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan daging sapi, sehingga sering dianggap lebih sulit untuk diolah. Padahal, dengan teknik yang benar, daging kerbau dapat diolah menjadi hidangan yang empuk dan lezat.
- Ternyata Begini Cara Bikin Daging Kurban Empuk Alami tanpa Kehilangan Nutrisi
- Ini Cara Aman Kelola Limbah Qurban Agar tak Mencemari Lingkungan
- Gubernur DKI Jakarta Minta Limbah Hewan Qurban tak Dibuang ke Sungai
Prof Irma Isnafia Arief, Guru Besar Fakultas Peternakan di IPB University, memberikan sejumlah saran untuk mengolah daging kerbau dengan mudah dan efektif. Salah satu teknik dasar yang disarankan adalah memotong daging melintang serat.
“Teknik ini membantu mempercepat proses pemasakan dan membuat daging lebih lembut,” jelas Irma dalam pernyataan tertulis yang dikutip pada Rabu (4/6/2025).
Ia juga merekomendasikan penggunaan bahan alami seperti daun pepaya dan nanas untuk membantu melunakkan daging. Kedua bahan ini mengandung enzim yang dapat efektif melembutkan serat daging.
“Cukup bungkus daging dalam daun pepaya selama 10 menit atau campurkan dengan irisan nanas selama 5-10 menit. Jangan terlalu lama agar daging tidak hancur,” ujar dia.
Selain itu, merendam daging dalam bumbu seperti jahe, serai, daun jeruk, dan air jeruk nipis dapat mengurangi aroma khas daging kerbau sambil meningkatkan kelembutannya. Prof Irma menunjukkan bahwa banyak orang masih salah dalam mengolah daging kerbau, seperti memasaknya dengan api besar. “Ini bisa membuat daging cepat kering dan keras,” katanya.
Karena itu, ia menyarankan metode memasak perlahan (slow cooking), seperti menggunakan api kecil atau panci presto. Juga, teknik sederhana seperti memukul daging dapat digunakan.
“Menggunakan cara sederhana seperti memukul daging atau merendamnya dalam bahan pelunak alami bisa membuat daging empuk dan tidak keras saat dikunyah,” tambah dia.
Di sisi lain, rendahnya popularitas daging kerbau dibandingkan sapi juga menjadi perhatian. Menurut Prof Irma, banyak orang belum mengetahui cara pengolahan yang tepat, sehingga cenderung menghindarinya.
“Rasa khas daging kerbau juga belum tentu disukai semua orang, dan distribusinya tidak seluas daging sapi,” jelasnya.
Ia juga menyinggung aspek budaya, seperti anggapan bahwa daging sapi lebih prestisius, terutama di kota-kota besar. Oleh karena itu, dia berharap konsumsi daging kerbau dapat meningkat.
“Dengan mengetahui cara mengolahnya, daging kerbau bisa menjadi alternatif sumber protein hewani yang lezat, sehat, dan ekonomis,” ungkapnya.
