Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Dari Hukum Agama Menuju Kebebasan: Alasan Judi dan Riba Menjadi Favorit di Masyarakat
  • Berita

Dari Hukum Agama Menuju Kebebasan: Alasan Judi dan Riba Menjadi Favorit di Masyarakat

Agus Haryanto Juni 28, 2025
dari-syariat-ke-kebebasan-mengapa-judi-dan-riba-mendapat-tempat-di-hati-masyarakat

Dari Hukum Agama Menuju Kebebasan: Alasan Judi dan Riba Menjadi Favorit di Masyarakat

Ilustrasi: KSU Fildzah Nur Padhilah

Dalam beberapa dekade terakhir, kita mengamati fenomena yang menarik di masyarakat. Aktivitas yang secara tegas dilarang oleh hukum Islam seperti perjudian dan riba, justru semakin mendapat tempat di hati banyak orang.

Praktik-praktik ini, yang bertentangan dengan ajaran agama, tampaknya menawarkan daya tarik tersendiri yang mampu mengalahkan batasan religius. Masyarakat tampaknya tertarik pada janji keuntungan material yang segera, meskipun harus mengabaikan prinsip-prinsip syariat.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting: Mengapa masyarakat semakin menerima praktik-praktik semacam ini, yang jelas-jelas melanggar aturan agama mereka sendiri? Apa yang membuat judi dan riba begitu menarik sehingga mampu mengesampingkan nilai-nilai yang diajarkan selama ini?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini mungkin terletak pada perubahan sosial dan ekonomi yang cepat. Dalam dunia yang semakin terhubung dan kompetitif, banyak orang mencari cara cepat untuk meraih kesuksesan dan stabilitas finansial. Faktor ini sering kali mendorong individu untuk mengeksplorasi opsi-opsi yang sebelumnya dianggap tabu.

Selain itu, pengaruh globalisasi dan perubahan budaya juga berperan dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap praktik-praktik ini. Dengan akses informasi yang lebih luas, masyarakat terekspos pada berbagai pandangan dan gaya hidup dari seluruh dunia, yang pada akhirnya mempengaruhi persepsi mereka terhadap nilai-nilai tradisional.

Di tengah perubahan ini, penting untuk terus mendiskusikan dan memahami bagaimana masyarakat dapat menyeimbangkan antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan modernitas tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar yang penting bagi identitas mereka.

Continue Reading

Previous: Generasi Z: Ekspresi Melalui Konten Digital, Bukan Lagi Lewat Demonstrasi
Next: Momen Pergantian Tahun: Pilihan Antara Surga dan Neraka

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.