Ancaman DBD, Enesis Group dan Pemda DIY Dorong Kampanye 3M Plus
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkolaborasi dengan Enesis Group untuk mengadakan kampanye edukasi pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat di tiga wilayah melalui pendekatan langsung ke rumah-rumah.
Kampanye bertema “Bebas Nyamuk, Keluarga Sehat, dan Bebas DBD” resmi dimulai pada Senin (19/5/2025) di Yogyakarta. Program ini bertujuan menjangkau lebih dari 50.000 warga di wilayah Kemantren Umbulharjo (Kota Yogyakarta), Kapanewon Prambanan (Kabupaten Sleman), dan Kapanewon Wonosari (Kabupaten Gunungkidul).
Sebanyak 270 kader Jumantik dikerahkan untuk memberikan edukasi secara door to door, termasuk pemeriksaan jentik nyamuk, penyuluhan penerapan metode 3M Plus, serta pendistribusian produk pencegahan DBD.
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat merupakan faktor kunci dalam pencegahan DBD. “Masalah utama dalam penanggulangan penyakit seperti DBD adalah perilaku. Perilaku hidup bersih dan sehat menjadi faktor utama,” ujar Pembajun dalam siaran pers Enesis Group, Selasa (20/5/2025).
Ia juga menyatakan bahwa keterlibatan sektor swasta dapat memperkuat upaya pemerintah dalam promosi kesehatan. “Kolaborasi dengan sektor swasta, seperti Enesis Group melalui produk Soffell, adalah contoh konkret sinergi dalam mendukung kesehatan masyarakat. Harapannya, kolaborasi ini dapat diperluas ke berbagai sektor ke depannya,” tambah Pembajun.
CEO Enesis Group Aryo Widiwardhono menuturkan bahwa pendekatan edukasi dari rumah ke rumah merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesadaran publik dalam pencegahan penyakit akibat nyamuk. “DBD bukan sekadar penyakit, ini menyangkut keberlangsungan hidup dan ketahanan keluarga,” ucap Aryo.
Menurut data internal, hasil simulasi program serupa sebelumnya menunjukkan peningkatan Angka Bebas Jentik (ABJ) dari 95 persen menjadi 99 persen serta penurunan rumah positif jentik hingga 80 persen.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan bahwa program ini dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor yang berdampak langsung kepada masyarakat. “Melalui edukasi, pemberdayaan kader jumantik, dan gerakan 3M+, program ini menjadi bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan masyarakat yang mandiri,” katanya.
Program ini juga didukung oleh sejumlah kepala daerah dan kepala dinas kesehatan se-DIY. Program ini dirancang sebagai kampanye pencegahan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dilakukan secara terstruktur dan berbasis partisipasi warga.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus DBD tahun ini mencapai puluhan ribu. Hingga 13 April 2025, tercatat ada 38.740 kasus DBD dengan 182 kematian.
