Dedi Mulyadi Diminta Berkoordinasi dengan DPRD Terkait Pergantian Nama RSUD Al Ihsan Menjadi Welas Asih
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG–Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Arlan Siddha menyarankan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk melakukan koordinasi dengan DPRD Jawa Barat mengenai pergantian nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. Meski demikian, Gubernur Jawa Barat tidak diwajibkan melaporkan perubahan nama tersebut ke DPRD.
“Ketika Pak Dedi melaksanakan perubahan nama tersebut, tidak perlu melaporkannya. Namun, setidaknya pihak DPRD harus mengetahui karena anggota dewan yang ditanya oleh masyarakat tidak mungkin menjawab itu urusan gubernur,” ujar Arlan saat dihubungi, Kamis (3/7/2025).
Arlan menekankan bahwa fungsi DPRD Jawa Barat meliputi penganggaran, pengawasan, dan kontrol. Dalam konteks perubahan nama rumah sakit, menurut Arlan Siddha, Gubernur Jawa Barat hanya perlu berkoordinasi untuk memberi tahu bahwa nama telah diubah.
“Hal ini lebih bersifat koordinasi daripada pelaporan, sehingga mereka mengetahui. Mengubahnya menjadi keputusan gubernur tidak menjadi masalah selama tidak mengganggu anggaran,” katanya.
Arlan juga menambahkan bahwa apabila Gubernur Jawa Barat mengganti nama rumah sakit dan membutuhkan penambahan anggaran APBD, maka hal tersebut harus dilaporkan ke DPRD Jawa Barat. Sebaliknya, jika tidak memerlukan anggaran baru, maka cukup menggunakan anggaran rumah sakit yang ada.
“Sekali lagi, untuk perubahan nama semata, sebaiknya diberitahukan kepada anggota legislatif. Mengapa rumah sakit berganti nama, mereka harus bisa menjelaskan kepada masyarakat meski bukan fungsi utama mereka sebagai anggota dewan di daerah pemilihannya,” tambahnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa tidak perlu berkonsultasi dengan DPRD Jawa Barat terkait perubahan nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. Menurutnya, perubahan nama tersebut tidak akan mempengaruhi anggaran.
“Soal penamaan kan tidak masalah jika tidak dibicarakan dengan DPRD Jabar. Nama tidak berpengaruh terhadap anggaran,” ucapnya kepada wartawan di sela-sela meresmikan rute baru maskapai Susi Air Bandung Yogyakarta di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu (2/7/2025).
Ia menegaskan bahwa perubahan nama tidak memiliki hubungan dengan anggaran. “Nama tidak ada kaitannya dengan biaya, hanya sekadar mengganti nama. Itu hanya keputusan gubernur,” katanya.
Dedi menjelaskan bahwa nama RSUD Al Ihsan diganti menjadi Welas Asih karena secara bahasa lebih dekat dengan masyarakat Jawa Barat dan lebih mudah dipahami. Selain itu, ingatan tentang Al Ihsan memiliki sejarah panjang yang tidak perlu dibahas lebih lanjut.
Oleh karena itu, ia ingin membangun memori baru tentang rumah sakit Al Ihsan dengan nama yang baru.
“Karena dalam budaya Sunda, ‘welas asih’ lebih dekat dan lebih dipahami oleh masyarakat. Selain itu, memori tentang Al Ihsan memiliki sejarah panjang yang tak perlu disebutkan lagi. Sehingga, memori tersebut kita coba bangun dengan merek baru,” jelasnya.
