Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Ekonomi
  • Dedi Mulyadi: Masalah Pembangunan Pabrik BYD di Subang Bukan Premanisme, Melainkan Calo Tanah
  • Ekonomi

Dedi Mulyadi: Masalah Pembangunan Pabrik BYD di Subang Bukan Premanisme, Melainkan Calo Tanah

Rina Kartika April 26, 2025
dedi-mulyadi-problem-pabrik-byd-di-subang-bukan-premanisme-tapi-calo-tanah

Dedi Mulyadi: Masalah Pembangunan Pabrik BYD di Subang Bukan Premanisme, Melainkan Calo Tanah

BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG — Isu premanisme muncul terkait pembangunan pabrik mobil listrik BYD dari China di Subang, Jawa Barat yang dikabarkan terganggu oleh ormas. Namun, menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, permasalahan pembangunan pabrik BYD lebih pada calo tanah ketimbang premanisme.

Sebelumnya, tersebar kabar bahwa pabrik BYD di Subang mengalami gangguan premanisme dari ormas. “Masalah di Subang sebenarnya bukan premanisme, melainkan percaloan tanah. Ada beberapa pihak yang menguasai tanah, mungkin sudah di-DP oleh orang lain, lalu mereka menawarkan harga sangat tinggi. Ada yang menawarkan Rp 20 juta per meter, Rp 10 juta per meter, hingga Rp 5 juta,” ungkap Dedi yang ditemui di Bandung, Kamis (24/4/2025).

Dunia usaha membutuhkan kepastian biaya investasi, namun kenyataannya harga tanah dipatok sangat tinggi. Beberapa pihak memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan dari investasi asing. Mengenai isu premanisme, Dedi menyebut itu adalah berita lama dan situasinya kini sudah berubah drastis.

Ia juga menambahkan bahwa aksi premanisme ormas dalam pembangunan pabrik BYD sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini karena telah ada tindakan terhadap ormas tersebut.

“Itu berita lama. Coba cek sekarang, sudah aman. Cek saja, premanisme tidak ada lagi di sana. Yang jualan Aqua saja hampir tidak ada sekarang. Itu cerita lama. Jadi, yang kita butuhkan adalah tindakan. Jika ada masalah, ambil tindakan,” tegasnya.

Progres pabrik BYD, lanjut Dedi, berjalan dengan baik, termasuk izin akses tol yang sudah diberikan kementerian. “Sekarang tinggal BYD yang mewujudkan, ada beberapa wilayah pembebasan tanah yang masih terkendala,” katanya.

Ke depannya, Dedi berencana memfasilitasi pertemuan antara pihak terkait untuk memastikan investasi berjalan lancar. “Hal ini akan segera difasilitasi, saya akan mempertemukan pihak yang melakukan pembebasan tanah atas nama perusahaan dengan warga, mungkin minggu depan sudah selesai,” tuturnya.

Continue Reading

Previous: Panduan Etika Makan dan Minum dalam Islam
Next: Menggali Nilai Perjuangan Kartini Lewat Sinema

Related News

  • Ekonomi

Peningkatan Premi BRI Insurance Mencapai 13,3 Persen

Intan Permatasari Agustus 11, 2025
  • Ekonomi

Pesanan Naik 113 Persen di GIIAS 2025, Chery Sasar Pasar Bandung dengan Produk Baru di Mall PVJ

Rina Kartika Agustus 11, 2025
konsesi-pelabuhan-saatnya-investasi-berbicara-lebih-dari-sekadar-angka
  • Ekonomi

Konsesi Pelabuhan: Waktu untuk Investasi Membuktikan Diri Lebih dari Sekadar Angka

Intan Permatasari Agustus 10, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.