Demul Menjadi Bapak Asuh Anak-Anak Korban Insiden di Pesta Rakyat Garut
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG–Pesta pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina di Garut yang menyebabkan tiga orang tewas, Jumat (18/7/2025), masih meninggalkan duka yang mendalam. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui keluarga korban untuk menyampaikan permintaan maafnya. Korban dari insiden ini adalah seorang anggota polisi, Bripka Cecep Saepul Bahri (39), Vania Aprilia, anak berusia 8 tahun, dan Dewi Jubaeda (61).
Dedi Mulyadi berkomitmen untuk menjadi bapak asuh bagi anak-anak yang kehilangan orang tua mereka. Hal ini diungkapkan saat ia mengunjungi rumah duka Bripka Cecep Saeful Bahri, yang bertugas sebagai bhabinkamtibmas di Polres Garut. Bripka Cecep menjadi korban saat menjalankan tugas mengamankan dan mengevakuasi warga yang berdesakan di Pendopo Garut.
Di rumah duka, Demul bertemu dengan ketiga anak Bripka Cecep. Dedi mengajak ketiga anak tersebut duduk bersamanya untuk menyampaikan belasungkawa.
Di hadapan keluarga, Demul berjanji akan menjadi bapak asuh bagi ketiga anak yang ditinggalkan. Kepada Muhammad Raihan, anak pertama, Demul menyatakan akan menanggung kebutuhan pendidikannya hingga ke perguruan tinggi, bahkan mempersiapkan masuk ke Akademi Kepolisian.
“Mulai sekarang jadi anak Pak Dedi ya? Nanti sekolah, kuliah, atau persiapan masuk Akpol kita siapkan,” ujar Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah di akun YouTube miliknya, Minggu (20/7/2025).
Pernyataan tersebut disambut dengan tangis oleh anak-anak Bripka Cecep. Melihat hal itu, Demul memeluk mereka dan memberikan semangat untuk terus bersekolah. “Semangat sekolahnya, siapa tahu nanti jadi Akpol,” katanya.
Demul juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut, meskipun ia tidak terlibat langsung dalam acara pesta rakyat tersebut. Sebagai orang tua dari pihak mempelai, ia merasa bertanggung jawab atas kejadian itu.
“Tapi yang melaksanakan adalah anak dan menantu, jadi Kang Dedi bertanggung jawab atas peristiwa itu, mohon maaf. Mulai hari ini, ketiga anak ini adalah anaknya Pak Dedi. Tidak usah memikirkan biaya sekolah atau jajan, semuanya ditanggung Pak Dedi,” ungkapnya.
Demul menambahkan bahwa jumlah anak asuhnya di Garut bertambah setelah sebelumnya ia juga mengangkat anak-anak korban ledakan amunisi menjadi anak asuhnya. “Anak di Garut bertambah, sebelumnya anak-anak korban ledakan amunisi di Cibalong,” paparnya.
Saat mengunjungi keluarga korban lainnya, orang tua Vania Aprilia di Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Dedi Mulyadi meminta maaf atas insiden yang tidak terduga tersebut.
“Ibu, saya mohon maaf atas nama Maula dan Putri yang melaksanakan acara pernikahan, mohon maaf sekali,” ujarnya.
Mela, ibu Vania, menjawab permintaan maaf dari Dedi dengan mengatakan, “Tidak apa-apa bapak mungkin sudah takdirnya,” sambil menceritakan bahwa ia dan Vania sedang berjualan di Alun-Alun Garut saat kejadian terjadi. Namun, Vania ikut antre dalam acara makan gratis dan meninggal dunia.
Sebelumnya, Demul telah menyampaikan permohonan maaf atas nama anaknya Maula dan Putri, karena akibat acara tersebut sejumlah warga Garut meninggal dunia. “Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa tersebut,” tuturnya.
Demul juga mengatakan bahwa ia telah memerintahkan stafnya untuk berangkat ke Garut menemui keluarga korban dan memberikan bantuan duka cita.
