Jerman Tekankan Pentingnya Penghentian Blokade Bantuan oleh Israel: Penderitaan di Gaza Nyata
BERITA TERBARU INDONESIA, LONDON — Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, menyerukan kepada Israel untuk mengakhiri blokade demi kelancaran pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Seruan ini disampaikan Steinmeier pada hari Senin saat bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, yang sedang melakukan kunjungan ke Berlin.
- Usai Dibebaskan Hamas, Tentara Israel Berpaspor AS Tolak Mentah-Mentah Bertemu Netanyahu
- Nissan Boncos, Bakal PHK Puluhan Ribu Pekerja Lagi di Seluruh Dunia
- Bagaimana Tidur yang Bernilai Ibadah?
Dalam konferensi pers setelah pertemuan, Steinmeier menyatakan kesadaran akan penderitaan warga sipil di Gaza yang semakin memburuk, situasi ini juga banyak dilaporkan oleh media Jerman.
Sebelumnya, Steinmeier menyambut kedatangan Herzog di Istana Kepresidenan Bellevue di Berlin untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik antara Jerman dan Israel.
“Dengan kunjungan ini, kita tidak hanya merayakan ulang tahun hubungan diplomatik, tetapi juga menghormati pentingnya hubungan khusus antara Israel dan Jerman. Enam puluh tahun yang lalu, kemitraan istimewa ini dimulai,” kata Steinmeier.
Ia juga menekankan bahwa sejarah rekonsiliasi kedua negara bisa menjadi pelajaran berharga.
Presiden Jerman tersebut kemudian menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza.
“Penderitaan warga sipil di Gaza sangat nyata dan dirasakan semua orang. Oleh karena itu, saya mendesak Anda untuk berkomitmen penuh memastikan bantuan kemanusiaan bisa segera dikirimkan ke Gaza, dan blokade terhadap bantuan harus dihentikan,” ujar Steinmeier.
Ia menekankan pentingnya gencatan senjata untuk meredakan krisis kemanusiaan dan mendesak kelompok perlawanan Palestina, Hamas, untuk segera membebaskan semua sandera.
Sejak serangan Israel dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 52.800 warga Palestina telah tewas di Gaza, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
