Di Hadapan Ribuan Warga Bandung, Zakir Naik Kupas Tuntas Terorisme dan Jihad
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG— Pendakwah internasional Dr Zakir Naik membagikan ceramah kepada warga Kota Bandung di Lapangan Tritan, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, pada Sabtu malam, 12 Juli 2025. Tema ceramah kali ini adalah tentang pandangan Islam terhadap terorisme dan jihad.
Tokoh agama asal India ini memulai ceramahnya sekitar pukul 19.30 WIB, sementara sebelumnya ceramah diberikan oleh Fariq Zakir Naik setelah sholat maghrib.
- Sarkasme Qassam ke Israel: Nasib Tentara Abraham Azoulay Buruk, Tetapi Nasib Tentara Berikutnya…
- Sosok Wanita yang Mengguncang Amerika Serikat dan Israel
- Analis Israel: Kita Gagal di Gaza, Mengalahkan Hamas Butuh Beberapa Dekade
Pantauan BERITA TERBARU INDONESIA, masyarakat mulai berdatangan ke lokasi ceramah Dr Zakir Naik sekitar pukul 17.00 WIB dari arah utara.
Mereka yang ingin masuk ke area ceramah diminta untuk mendaftar sebagai peserta melalui barcode yang telah disediakan.
Setelah itu, petugas keamanan memeriksa tanda bukti pendaftaran serta barang bawaan para peserta yang hadir di acara tersebut.
Pintu masuk untuk perempuan dan laki-laki dipisahkan, begitu pula dengan tempat duduk mereka. Fasilitas mushola juga disediakan bagi masyarakat yang ingin melaksanakan sholat maghrib dan isya.
Ribuan warga Kota Bandung menghadiri ceramah yang menampilkan Zakir Naik ini. Walaupun diadakan di area terbuka dan cuaca yang dingin, antusiasme masyarakat untuk mendengarkan ceramah Zakir Naik tetap tinggi.
Sejumlah petugas keamanan dan aparat kepolisian menjaga jalannya acara Dr Zakir Naik dengan ketat. Ceramah Zakir Naik diadakan pada tanggal 12 dan 13 di Kota Bandung.
BACA JUGA: Warganet Arab Hujat para Imam Eropa yang Temui Presiden Israel, Ternyata Mereka adalah…
Di awal ceramahnya, Zakir Naik menyatakan bahwa kata jihad saat ini adalah kata yang paling sering disalahpahami oleh masyarakat, termasuk non-Muslim.
Dia menjelaskan bahwa jihad berasal dari bahasa Arab yang berarti berjuang dan berusaha melawan nafsu diri sendiri. “Dan berjuang meningkatkan masyarakat dan melawan kezaliman,” ungkapnya di hadapan masyarakat.
