Doa dan Penyembuhan
BERITA TERBARU INDONESIA, MAKKAH — Dalam kitab Ad Da’u wa ad-Dawa karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah, disebutkan bahwa para sahabat Nabi Muhammad adalah generasi yang paling mengenal Allah, Rasul-Nya, dan agama-Nya yang benar. Oleh karena itu, mereka adalah yang paling teguh dalam mengikuti perintah berdoa dan memenuhi syarat-syarat serta tata caranya dibandingkan golongan lainnya.
Umar bin Khattab pernah memohon pertolongan dari Allah dengan berdoa saat menghadapi musuh-musuhnya, meskipun ia memiliki pasukan yang amat besar.
- Prabowo Juga Beri Amnesti Doktor Ongen selaku Pencipta Drone
- Permintaan Real Madrid untuk Penundaan Laga Perdana di La Liga Lawan Osasuna Ditolak
- James Milner akan Pakai Nomor 20 di Brighton untuk Hormati Diogo Jota
Umar berkata, “Kemenangan kalian bukan karena jumlah kalian yang banyak, tetapi karena pertolongan dari langit.”
Umar menambahkan, “Aku tidak dibebani dengan mendesak terkabulnya doa, tetapi lebih kepada keinginan untuk berdoa. Ingatlah, jika kalian diilhami untuk berdoa, sesungguhnya terkabulnya doa itu akan mengikutinya.”
Allah berfirman:
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” [Surat Ghafir 60]
Nabi Muhammad bersabda:
“Barang siapa tidak meminta kepada Allah maka Allah akan marah kepadanya.” (HR Ibnu Majah)
Menurut Ibnu Qayyim, semua ini menunjukkan bahwa Allah senang jika ada yang meminta, berdoa, dan taat kepada-Nya. Jika Allah ridha, kebaikan akan senantiasa ada dalam keridhaan-Nya, sebagaimana bencana ada dalam kemurkaan-Nya.
