Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Dokter Tan Mengajak Orang Tua Memahami MPASI Berdasarkan Tahap Perkembangan Anak
  • Berita

Dokter Tan Mengajak Orang Tua Memahami MPASI Berdasarkan Tahap Perkembangan Anak

Dedi Saputra Juni 28, 2025
dokter-tan-ajak-orang-tuamengenal-mpasi-sesuai-tahap-perkembangan-anak

BERITA TERBARU INDONESIA, YOGYAKARTA — MPASI: Momen Krusial dalam Tumbuh Kembang Anak

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) adalah fase penting dalam pertumbuhan anak. Namun, banyak orang tua yang merasa bingung dan bahkan frustrasi ketika anak menolak makan. Untuk mengatasi kekhawatiran ini, Sanggar ASI bekerja sama dengan RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan seminar bertajuk ‘Anak Menolak Makan? Belum Tentu Salah Makanannya’ pada Sabtu (28/6/2025).

Seminar ini dihadiri oleh 85 peserta dari berbagai kalangan, termasuk orang tua, tenaga kesehatan, dan pegiat tumbuh kembang anak. Acara ini menampilkan dr. Tan Shot Yen, seorang dokter sekaligus ahli gizi masyarakat yang terkenal dalam edukasi nutrisi dan pola makan sehat keluarga.

CEO Sanggar ASI, Raisika Riyanto, menekankan bahwa keberhasilan MPASI bukan hanya tentang anak mau makan, tetapi juga tentang mencegah masalah serius jangka panjang seperti stunting.

MPASI adalah salah satu pilar dari empat NIB (Nutrisi, Imunisasi, dan Berkelanjutan) yang mencakup ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian MPASI yang tepat, dan melanjutkan ASI hingga usia 2 tahun atau lebih. Ini adalah bagian dari standar gizi emas yang perlu diperjuangkan, terutama untuk mencegah masalah gizi kronis seperti stunting.

Acara ini menjadi ruang edukasi ilmiah penting, dihadiri lebih dari 80 peserta dari wilayah DIY, termasuk orang tua, kader posyandu, tenaga kesehatan, dan pegiat tumbuh kembang anak.

Raisika menyatakan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan penuh kasih dan pengertian, termasuk saat makan. Tantangan makan bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga hubungan dan komunikasi. Seminar ini bertujuan untuk memberi dukungan dan pengetahuan ilmiah kepada orang tua.

Raisika juga mengingatkan bahwa fase MPASI, yang dimulai pada usia 6 hingga 12 bulan, adalah titik krusial yang sering diabaikan. Pemberian MPASI yang salah, diikuti oleh pola makan keluarga yang salah, dapat menyebabkan gangguan gizi kronis. Periode 1000 hari pertama kehidupan adalah waktu emas yang harus dijaga dengan edukasi, kesadaran, dan praktik pemberian makan yang benar.

Selain MPASI, Raisika menyoroti pentingnya memahami ASI sebagai standar emas dan menangani kekhawatiran ibu yang merasa produksinya kurang. ASI bukan hanya cairan, tetapi mengandung sel hidup yang tak tergantikan. Harapannya, seminar ini menjadi titik awal perubahan pola pikir tentang gizi anak.

dr. Tan menekankan bahwa MPASI yang benar mencakup tiga pilar utama: kualitas makanan, kesiapan anak, dan cara pemberian makan. Banyak orang tua fokus pada resep atau variasi menu, bukan pada fondasi yang lebih penting.

dr. Tan mengajak peserta untuk melihat masalah anak susah makan secara bijak dan menyeluruh. MPASI adalah fase untuk membangun relasi anak dengan makanan, bukan sekadar memasukkan kalori.

dr. Tan juga mengungkapkan bahwa penggunaan sendok terlalu cepat dapat memicu reaksi melepeh, yang sering disalahartikan sebagai anak tidak suka makanannya. Ia menyarankan memulai dengan menggunakan jari untuk memberikan makanan.

Seminar ini diharapkan dapat mengubah cara pandang peserta dalam melihat proses makan anak. MPASI bukan hanya tentang menu kekinian atau makanan mahal, tetapi tentang kasih sayang, responsivitas, dan ketepatan ilmu.

dr. Tan mengingatkan bahwa setiap anak adalah titipan. Memberi makan dengan cara yang benar dan responsif, tanpa paksaan atau intervensi, adalah kunci keberhasilan dalam menjaga kesehatan dan gizi anak.

Continue Reading

Previous: Olivier Giroud Akan Berpisah dengan LAFC Usai Musim yang Tak Memuaskan di MLS
Next: Jess No Limit Raih Dua Rekor di Guinness World Records

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.