Memajukan Perdagangan Karbon, Menteri Kehutanan: Kuncinya adalah Transparansi
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya transparansi, kredibilitas, dan akuntabilitas untuk mengoptimalkan potensi perdagangan karbon di Indonesia.
Menhut menuturkan hal ini dalam sebuah pertemuan antara perwakilan Kementerian Kehutanan dan Chief Executive Officer Integrity Council For The Voluntary Carbon Market (ICVCM) Amy Merrill serta Direktur Program Peningkatan Berkelanjutan ICVCM Anton Tsvetov di Jakarta, Jumat lalu.
- Hubungan Trump dan Netanyahu di Titik Terendah, 100 Ribu Ton Bom Gaza, Hamas Tetap Berkuasa
- 3 Biang Kerok Penghancur Islam yang Dihujat Imam al Ghazali dalam Ihya Ulumiddin
- Berani Tawuran? Gubernur DKI Pramono: Aparat Tindak Tegas-Manusiawi Pelakunya
“Indonesia sepenuhnya mengakui peran strategis Dewan Integritas untuk Pasar Karbon Sukarela (ICVCM) dalam menetapkan dan mempertahankan standar tinggi untuk unit karbon yang diperdagangkan secara internasional,” ujar Menhut Raja Antoni.
“Dalam konteks global saat ini di mana transparansi, kredibilitas, dan akuntabilitas sangat diperlukan, Prinsip Karbon Inti (CCP) ICVCM memberikan landasan yang kuat untuk memastikan integritas lingkungan dan sosial dari kredit karbon,” tambahnya.
Raja Antoni yakin bahwa masa depan pasar karbon tidak hanya bergantung pada volume, tetapi juga pada kualitas dan integritasnya.
Lebih lanjut, Menhut menyebutkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menjadi pemasok yang dapat dipercaya.
“Indonesia yakin bahwa masa depan pasar karbon tidak hanya bergantung pada volume, tetapi juga pada kualitas, integritas, dan ekuitas. Kami berkomitmen untuk menjadi pemasok kredit karbon berintegritas tinggi yang berkontribusi secara signifikan terhadap tujuan iklim global,” jelasnya.
Selain dengan ICVCM, Menhut Raja Antoni juga melakukan pertemuan dengan pemangku kepentingan perdagangan karbon lainnya yaitu VERRA. Hadir dalam pertemuan tersebut, Chief Executive Officer VERRA Mandy Rambharos dan Perwakilan Regional APAC Win Sim Tan.
