Insiden Penembakan di Washington
BERITA TERBARU INDONESIA, WASHINGTON – Pada Rabu malam, dua staf Kedutaan Besar Israel tewas ditembak di sekitar Capital Jewish Museum, Washington, DC, Amerika Serikat. Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki kemungkinan motif di balik aksi penembakan tersebut.
“Kami secara aktif melakukan penyelidikan dan berusaha memperoleh lebih banyak informasi untuk kami publikasikan,” ungkap Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi L Noem. “Mohon doanya untuk keluarga korban. Kami akan membawa pelaku ini ke pengadilan,” tambahnya.
Reaksi dan Penyidikan
Jaksa Agung AS Pam Bondi telah mengunjungi lokasi kejadian bersama dengan pengacara sementara AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro. Direktur FBI, Kash Patel, menyatakan bahwa ia dan timnya telah diberi pengarahan mengenai peristiwa tersebut. “Kami sedang bekerja sama dengan [Departemen Kepolisian Metropolitan] untuk merespons dan mempelajari lebih lanjut. Tolong doakan para korban dan keluarga mereka,” tulisnya di platform media sosial X.
Polisi belum merilis detail mengenai kemungkinan motif penembakan tersebut pada Rabu malam. Konferensi pers diharapkan akan diadakan pada malam yang sama.
Tanggapan dari Duta Besar Israel
Danny Danon, duta besar Israel untuk PBB, menyatakan insiden ini sebagai “tindakan terorisme antisemit yang kejam.” Dia menambahkan, “Kami yakin otoritas AS akan bertindak tegas terhadap mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kriminal ini. Israel akan terus bertindak tegas untuk melindungi warga negara dan perwakilannya di seluruh dunia.”
Peningkatan Ketegangan
Insiden penembakan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap tindakan agresif Israel di Jalur Gaza. Aksi militer yang dilakukan setelah serangan oleh pejuang Palestina pada 7 Oktober 2023 telah memicu peningkatan anti-Semitisme dan juga Islamofobia di negara-negara Barat.
Pada awal Mei, Pengadilan Amerika Serikat menjatuhkan hukuman 53 tahun penjara kepada Joseph Czuba (73 tahun) setelah ia membunuh seorang anak Palestina-Amerika berusia enam tahun, Wadee Alfayoumi, secara brutal. Czuba juga berusaha membunuh ibu Wadee.
Hanya beberapa pekan setelah Israel memulai serangan di Gaza pada tahun 2023, Wadee ditikam 26 kali dalam aksi yang didorong oleh kebencian di rumah sewaan keluarganya di Plainfield, Illinois, dan ibunya juga mengalami lebih dari 12 luka tusukan. Anak berusia enam tahun itu meninggal di tempat, tetapi sang ibu berhasil selamat.
