Kemungkinan Penyebab Ledakan Hebat di Bandar Abbas Selama Negosiasi Nuklir Iran
BERITA TERBARU INDONESIA, TEHERAN — Sebuah ledakan besar mengguncang salah satu pelabuhan utama Iran di Bandar Abbas pada Sabtu (26/4/2025). Ledakan dahsyat yang mengguncang pelabuhan Shahid Rajaee ini terjadi di tengah-tengah perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat, meskipun belum ada bukti yang menunjukkan bahwa kedua peristiwa tersebut saling terkait.
Hossein Zafari, juru bicara Organisasi Manajemen Krisis Iran, menduga bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh kondisi buruk tempat penyimpanan bahan kimia di Shahid Rajaee. “Ledakan tersebut berasal dari bahan kimia yang tersimpan dalam kontainer,” ungkap Zafari kepada kantor berita ILNA.
- Putaran Ketiga Perundingan Nuklir Iran-AS Berakhir, Ini Hasilnya
- Jumlah Korban Tewas Terus Bertambah Akibat Ledakan Hebat di Iran, 750 Orang Terluka
- Rundingkan Nuklir, Pelabuhan Iran Meledak, Diduga Ada Gas Beracun, Israel Buru-buru Bantah
Zafari menambahkan, “Sebelumnya, Direktur Jenderal Manajemen Krisis Iran telah memberikan peringatan kepada pelabuhan ini saat melakukan kunjungan dan menggarisbawahi potensi bahaya yang ada.”
Kendati demikian, juru bicara pemerintah Iran menyatakan bahwa meskipun bahan kimia mungkin menjadi penyebab ledakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan dengan pasti. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, telah memerintahkan penyelidikan atas insiden ini dan mengutus Menteri Dalam Negeri ke lokasi kejadian.
Pelabuhan Shahid Rajaee, yang terletak di kawasan strategis Selat Hormuz, merupakan pelabuhan utama yang menangani kontainer yang berisi berbagai barang kebutuhan. Media Iran melaporkan bahwa ledakan tersebut menghancurkan kaca-kaca jendela dalam radius beberapa kilometer dan suaranya terdengar hingga pulau Qeshm, yang berjarak sekitar 26 kilometer dari pelabuhan tersebut.
Media televisi Iran melaporkan bahwa pengelolaan material mudah terbakar yang buruk menjadi ‘faktor penambah’ dalam ledakan ini. Seorang pejabat manajemen krisis lokal menyatakan kepada media tersebut bahwa ledakan besar terjadi setelah beberapa kontainer di pelabuhan tersebut meledak.
