Mendukung Siaga Tuberkulosis, Wamendagri Ribka: Jangkau dari Sabang sampai Merauke
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengimbau pemerintah daerah (pemda) untuk aktif berpartisipasi dalam Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis.
Imbauan tersebut disampaikan dalam acara Peluncuran Nasional Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis di Kantor Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta, pada hari Jumat.
Gerakan ini diresmikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Ribka menganggap Menkes Budi sebagai menteri yang aktif dan peduli terhadap kesehatan masyarakat.
Menkes Budi juga dinilai rutin berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam pelaksanaan program-program kesehatan.
Ribka menekankan bahwa gerakan ini harus segera direspons cepat oleh seluruh wilayah di Indonesia. “Itu yang harus kita sisir, dari Sabang sampai Merauke,” kata Ribka dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Dia juga mengajak Pemda agar dapat mengakomodasi program tersebut, terutama terkait anggaran. Ia menegaskan bahwa penanganan tuberkulosis memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.
“Sebenarnya dasar regulasinya sudah ada, tinggal implementasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memeriksa pemda, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, yang telah maupun belum menindaklanjuti program tersebut. Dia juga mengekspresikan apresiasi kepada daerah, termasuk Kelurahan Rambutan, yang telah menunjukkan perhatian terhadap penanggulangan tuberkulosis.
Di sisi lain, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa tuberkulosis adalah penyakit lama yang telah menelan banyak korban. Namun, menurutnya, penyakit ini dapat disembuhkan karena obatnya tersedia.
“Jadi kalau ketahuan [orang yang mengidapnya], obatnya ada, bisa diobati, bisa sembuh,” jelas Budi.
